Alarm Visa: Erosi Kontrol Keamanan Ancam Pertahanan Siber
- Istimewa
Transformasi Pertahanan: Transisi ke Keamanan Berbasis AI
Institusi keuangan kini harus bergerak cepat meninggalkan benteng pertahanan yang statis. Ketika institusi sibuk menutup satu celah, penjahat siber sudah menggunakan ribuan identitas sintetis yang dihasilkan oleh AI untuk menyerang dari sudut lain.
Untuk mengatasi masalah Erosi Kontrol Keamanan ini, Visa menekankan urgensi mengadopsi keamanan yang didorong oleh Kecerdasan Buatan (AI). Sistem baru harus berfokus pada perilaku, bukan sekadar angka ambang batas.
Konteks dan Pola Perilaku di Atas Angka Transaksi
Visa menunjukkan komitmen mereka. Mereka telah menginvestasikan USD12 miliar dalam lima tahun terakhir untuk membangun model pembelajaran mesin (Machine Learning/ML). Model ini mampu menganalisis konteks dan pola perilaku yang sangat halus.
Teknologi ini mengidentifikasi anomali kecil yang tidak mungkin dilihat oleh mata manusia atau aturan keamanan lama. Melalui analisis miliaran transaksi secara real-time, sistem ML dapat mengenali profil serangan terdistribusi. Bahkan, sistem tetap mengenali serangan meskipun setiap transaksi individu terlihat normal.
Strategi Adaptif untuk Ekosistem Pembayaran Digital
Erosi Kontrol Keamanan menjadi pengingat tegas: diam dalam dunia keamanan siber berarti mundur. Sistem yang dianggap canggih beberapa tahun lalu kini sudah penuh dengan celah yang diketahui dan dimanfaatkan penjahat.
Laporan ini mendesak seluruh pelaku industri untuk menghentikan ketergantungan pada daftar periksa keamanan standar. Ekosistem pembayaran wajib mengadopsi pendekatan keamanan yang adaptif, proaktif, dan didorong oleh data kuat. Otomasi kini menjadi senjata utama penjahat. Oleh karena itu, otomatisasi yang lebih cerdas harus menjadi pertahanan utama industri keuangan.
Bagi konsumen, penerapan lapisan keamanan tambahan menjadi semakin penting. Otentikasi biometrik dan notifikasi transaksi real-time kini krusial. Konsumen harus melengkapi pertahanan sistem yang sedang diuji secara besar-besaran oleh para penjahat siber.