Cetak 3D DISH: Ilmuwan Tsinghua Ciptakan Objek dalam 0,6 Detik
- Istimewa
- Metode DISH mampu mencetak objek skala milimeter dengan kecepatan rekor 0,6 detik.
- Teknologi ini menghilangkan kebutuhan rotasi wadah resin yang biasanya menghambat kecepatan produksi.
- Peneliti mencapai laju pencetakan volumetrik hingga 333 milimeter kubik per detik dengan presisi tinggi.
Tim peneliti dari Tsinghua University baru saja memperkenalkan terobosan besar dalam dunia manufaktur global. Mereka mengembangkan metode cetak 3D DISH yang mampu menciptakan objek skala milimeter hanya dalam waktu kurang dari satu detik. Inovasi ini menjadi lompatan besar dibandingkan teknik volumetrik konvensional yang ada saat ini.
Laporan penelitian yang terbit dalam jurnal Nature ini menjelaskan sistem bernama digital incoherent synthesis of holographic light fields (DISH). Melalui pendekatan ini, tim fokus pada pembentukan pola cahaya tiga dimensi yang utuh di dalam volume resin yang diam.
Keunggulan Teknologi Cetak 3D DISH
Metode manufaktur aditif pada umumnya, seperti computed axial lithography (CAL), sangat bergantung pada rotasi sumber cahaya atau sampel. Namun, proses rotasi tersebut sering kali menambah kompleksitas mekanis dan membatasi stabilitas cetakan.
Teknologi cetak 3D DISH hadir untuk mengatasi kendala tersebut secara total. Sistem ini tidak lagi memutar wadah resin, melainkan menggunakan periskop optik yang berputar sangat cepat hingga 10 kali per detik.
Periskop tersebut memproyeksikan berbagai pola cahaya dari sudut yang berbeda ke dalam resin. Hasilnya, distribusi intensitas cahaya 3D yang lengkap terbentuk secara instan dan mengeraskan seluruh struktur objek secara bersamaan.
Spesifikasi Teknis dan Presisi Tinggi
Berdasarkan data penelitian, objek milimeter kini dapat selesai dalam waktu sesingkat 0,6 detik saja. Laju pencetakan volumetrik sistem ini menyentuh angka 333 milimeter kubik per detik.
Meskipun bekerja dengan kecepatan sangat tinggi, akurasi tetap menjadi prioritas utama. Perangkat ini mampu mempertahankan fitur terkecil pada ukuran 12 mikrometer. Selain itu, resolusi sekitar 19 mikrometer tetap terjaga meski pada kedalaman satu sentimeter.
Tim peneliti menggunakan optimasi iteratif pada pola holografik untuk setiap sudut proyeksi. Langkah ini memastikan akumulasi energi cahaya di dalam volume resin berlangsung dengan sangat presisi dan efisien.
Potensi Industri dan Masa Depan Manufaktur
Walaupun masih dalam tahap eksperimental, potensi aplikasi teknologi ini sangat luas. Kecepatan fabrikasi yang ekstrem pada skala mikro sangat relevan bagi industri komponen optik mikro dan sistem robotika kecil.
Selain itu, sektor kesehatan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk pembuatan perancah biomedis (biomedical scaffolds). Sektor elektronik fleksibel juga berpeluang besar mengadopsi metode ini guna mempercepat jalur produksi massal.
Keberhasilan DISH sebagai bukti konsep telah menggeser batas-batas kemampuan manufaktur aditif modern. Jika berhasil masuk ke tahap komersial, teknologi ini akan mengubah cara dunia memproduksi komponen presisi tinggi dalam waktu sekejap.