Telkomsat Luncurkan Internet Merah Putih, Harga Lebih Murah!
- Istimewa
- Telkomsat mentransformasi layanan Mangoesky menjadi Internet Merah Putih (IMP) mulai 1 Januari 2026.
- Layanan baru ini menawarkan harga lebih kompetitif dengan kecepatan akses mencapai 50 Mbps.
- Teknologi High Throughput Satellite (HTS) mendukung koneksi tanpa batas untuk wilayah 3T dan pelaku UMKM.
PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) resmi menghadirkan layanan Internet Merah Putih untuk memperkuat konektivitas nasional. Langkah strategis ini merupakan bentuk transformasi dari layanan Mangoesky yang kini tampil lebih modern. Perusahaan memastikan harga layanan baru ini jauh lebih kompetitif guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Strategi Efisiensi Internet Merah Putih bagi Telkomsat
VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono, menjelaskan bahwa kehadiran Internet Merah Putih tidak akan mengganggu bisnis internal. Perusahaan justru mengoptimalkan struktur biaya melalui penggunaan teknologi yang jauh lebih efisien. Transformasi ini menjadi bagian utama dalam strategi keberlanjutan bisnis anak usaha Telkom tersebut.
Pihak manajemen telah menetapkan roadmap migrasi pelanggan sejak 1 Januari 2026 secara terukur. Pelanggan eksisting tetap mendapatkan layanan hingga masa kontrak berakhir sebelum berpindah ke sistem baru. Telkomsat menjamin proses transisi ini berjalan mulus demi menjaga kenyamanan pengguna lama.
Jangkauan Luas ke Wilayah 3T dan Sektor UMKM
Layanan Internet Merah Putih menyasar segmen enterprise, komunitas, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Telkomsat memanfaatkan kanal digital dan kolaborasi dengan ISP lokal sebagai reseller untuk memperluas jangkauan. Upaya ini bertujuan agar akses informasi merata hingga pelosok nusantara.
Direktur Komersial Telkomsat, Andri Yunianto, menambahkan bahwa produk ini menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi tersebut memungkinkan kecepatan broadband mencapai 50 Mbps tanpa batasan kuota (unlimited). Pengguna kini dapat menikmati koneksi yang lebih stabil dan fleksibel meskipun berada di daerah terpencil.
Potensi Besar Satelit GEO dalam Konektivitas Nasional
Pengamat Telekomunikasi dari ITB, Agung Harsoyo, menilai potensi bisnis satelit Geostationary Orbit (GEO) masih sangat menjanjikan. Satelit GEO memiliki kapasitas besar yang sangat efektif sebagai tulang punggung (backbone) jaringan telekomunikasi. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif bagi Telkomsat di tengah gempuran teknologi baru.
Agung menekankan bahwa satelit GEO lebih optimal untuk melayani kebutuhan banyak pengguna secara kolektif. Berbeda dengan pemain satelit Low Earth Orbit (LEO) yang lebih fokus pada pasar ritel perorangan. Oleh karena itu, strategi Internet Merah Putih sangat relevan dengan kebutuhan konektivitas di Indonesia saat ini.
Telkomsat optimis bahwa diversifikasi produk ini akan terus meningkatkan jumlah pelanggan secara sehat. Perusahaan tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga fokus pada ketahanan model bisnis jangka panjang. Dengan kualitas layanan yang meningkat, masyarakat diharapkan semakin mudah mengakses internet berkualitas di mana saja.