Performa Red Magic 11 Pro Cyberpunk 2077 Tembus 50 FPS!
- Istimewa
- Perangkat menjalankan Cyberpunk 2077 secara lokal melalui emulasi tanpa cloud streaming.
- Teknologi Frame Generation meningkatkan performa dari 30 FPS hingga menyentuh 50 FPS.
- Chipset Snapdragon 8 Elite menunjukkan dominasi performa setara perangkat gaming portabel.
Smartphone gaming terbaru Red Magic 11 Pro baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia teknologi mobile. Melalui pengujian intensif, perangkat ini berhasil menjalankan game berat Red Magic 11 Pro Cyberpunk 2077 secara lokal dengan lancar. Pencapaian ini membuktikan bahwa batas antara perangkat mobile dan PC semakin menipis berkat optimasi perangkat keras yang masif.
Kekuatan Snapdragon 8 Elite pada Red Magic 11 Pro Cyberpunk 2077
Dalam sebuah video terbaru dari kanal ETA Prime, Red Magic 11 Pro mendemonstrasikan kemampuan emulasi yang luar biasa. Perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 8 Elite untuk memproses render dunia Night City secara langsung. Tanpa bantuan trik remote desktop atau layanan cloud, ponsel ini memproses setiap data secara mandiri.
Pengujian tersebut menggunakan resolusi 720p dengan pengaturan grafis terendah (Lowest Preset). Untuk menjaga stabilitas, fitur AMD FSR 2.1 diaktifkan pada mode Balanced. Hasilnya, game mampu berjalan di kisaran 30 FPS secara stabil, meskipun sesekali turun ke angka 20-an pada adegan yang sangat kompleks.
Optimasi Frame Generation dan Pengaruhnya
Performa meningkat signifikan saat fitur FSR Frame Generation mulai diaktifkan. Angka frame rate melonjak secara konsisten melewati 40 FPS dan bahkan menyentuh angka 50 FPS pada area yang lebih ringan. Visual pada layar smartphone terlihat sangat halus dan layak main (playable) untuk ukuran judul AAA yang sangat menuntut spesifikasi.
ETA Prime juga menguji pengaturan Steam Deck preset yang menawarkan visual sedikit lebih tajam. Meskipun performa dasar sempat anjlok ke 20 FPS, fitur frame generation mampu mendongkraknya kembali ke angka 40 FPS. Namun, pengguna harus memaklumi munculnya sedikit artifak visual akibat proses interpolasi bingkai yang agresif.
Analisis Beban Kerja Hardware dan Efisiensi
Data teknis menunjukkan bahwa chipset Snapdragon bekerja sangat keras selama menjalankan simulasi berat ini. Penggunaan CPU terpantau berada di angka 60% hingga 80%, sementara beban GPU berkisar antara 50% hingga 60%. Statistik ini mengonfirmasi bahwa potensi silikon mobile saat ini sudah jauh melampaui ekspektasi beberapa tahun lalu.