Cara Update HyperOS Terbaru di HP Xiaomi Lama, Simak Panduan Lengkapnya
- ilustrasi
Cara mendapatkan HyperOS terbaru di HP Xiaomi lama kini menjadi topik yang banyak dicari pengguna. Sejak Xiaomi memperkenalkan sistem operasi barunya, banyak pemilik perangkat lama berharap tetap bisa menikmati pembaruan tersebut. Namun demikian, tidak semua perangkat otomatis mendapatkan versi terkini. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan update.
Pertama-tama, pengguna perlu memastikan apakah perangkatnya masih masuk dalam daftar yang mendapatkan dukungan resmi. Perlu dipahami bahwa Xiaomi memiliki kebijakan masa dukungan sistem yang berbeda-beda untuk setiap seri. Artinya, semakin lama usia perangkat, semakin kecil kemungkinan mendapatkan pembaruan sistem besar.
Sebagai contoh, beberapa model lama dari lini Xiaomi 11 dan Redmi Note 12 dikabarkan tidak lagi memperoleh pembaruan HyperOS generasi terbaru. Sementara itu, seri yang lebih baru seperti Xiaomi 12 hingga Xiaomi 15, Redmi Note 13 dan 14, serta sejumlah model POCO terbaru masih masuk daftar perangkat yang menerima update.
Oleh karena itu, langkah awal yang paling penting adalah mengecek model lengkap perangkat. Caranya cukup mudah. Buka menu Pengaturan, lalu masuk ke bagian Tentang Ponsel. Di sana akan terlihat detail model perangkat yang digunakan. Setelah itu, pengguna bisa mencocokkannya dengan daftar perangkat yang masih mendapatkan dukungan HyperOS terbaru.
Setelah memastikan perangkat masih layak mendapatkan pembaruan, langkah berikutnya adalah mengecek update secara resmi melalui sistem. Umumnya, pembaruan dikirim melalui metode over-the-air atau OTA. Pembaruan ini biasanya muncul secara bertahap dan tidak serentak di semua wilayah.
Untuk mengeceknya, buka Pengaturan lalu masuk ke Tentang Ponsel. Selanjutnya, pilih menu Pembaruan Sistem dan tekan opsi Periksa Pembaruan. Jika pembaruan tersedia, sistem akan menampilkan notifikasi untuk mengunduh dan memasangnya.
Metode ini merupakan cara paling aman karena berasal langsung dari server resmi Xiaomi. Selain itu, risiko kegagalan instalasi relatif kecil dibandingkan metode lainnya. Meski begitu, pengguna perlu bersabar karena distribusi pembaruan sering kali dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah atau region tertentu. Jadi, bisa saja pengguna lain sudah menerima update, sementara perangkat Anda belum.