Android 17 Resmi Hadir, Ini Deretan Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu
- Android Developer
Android 17 mulai diperkenalkan sebagai sistem operasi terbaru dari Google dan dijadwalkan rilis final pada pertengahan 2026. Meski membawa sejumlah peningkatan, kehadiran versi beta justru memunculkan berbagai catatan dari pengguna awal. Sejumlah laporan di komunitas teknologi menyebutkan bahwa pembaruan ini belum sepenuhnya matang untuk penggunaan harian.
Sebagai versi uji coba, Android 17 memang ditujukan bagi pengembang dan pengguna yang ingin menjajal fitur terbaru lebih dulu. Namun di sisi lain, ada sejumlah kekurangan Android 17 yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukan pembaruan.
Masih Berstatus Beta dan Rentan Bug
Pertama, karena masih berada dalam tahap Android Beta Program, sistem ini belum sepenuhnya stabil. Artinya, bug, glitch, atau error kecil masih sering muncul. Beberapa pengguna melaporkan aplikasi tiba-tiba tertutup sendiri, animasi terasa kurang halus, hingga sistem yang kadang tidak responsif.
Selain itu, penggunaan sehari-hari bisa terganggu, terutama bagi mereka yang mengandalkan ponsel untuk pekerjaan. Oleh karena itu, versi beta umumnya tidak direkomendasikan sebagai sistem utama di perangkat yang digunakan setiap hari.
Perubahan yang Terasa Kurang Signifikan
Selanjutnya, ada anggapan bahwa Android 17 belum menghadirkan perubahan besar dibanding Android 16. Secara tampilan dan pengalaman penggunaan, perbedaannya dinilai tidak terlalu mencolok. Bagi pengguna yang berharap adanya lompatan inovasi, pembaruan ini terasa kurang memberikan kejutan.
Memang ada sejumlah penyempurnaan di balik layar, seperti optimalisasi sistem dan peningkatan keamanan. Namun secara visual dan fitur yang langsung terasa, banyak yang menilai pembaruannya masih tergolong minor.
Risiko Saat Bergabung dalam Program Beta
Kemudian, ada risiko yang perlu diperhatikan saat mendaftar ke program beta. Perangkat yang sudah terdaftar biasanya akan terus menerima pembaruan versi uji coba. Jika ingin kembali ke versi stabil, pengguna harus melakukan reset pabrik.
Langkah ini tentu tidak sederhana. Semua data di perangkat bisa terhapus jika tidak melakukan pencadangan terlebih dahulu. Bagi sebagian orang, proses ini cukup merepotkan dan berisiko kehilangan file penting.
Perubahan Desain yang Menuai Pro dan Kontra
Di sisi lain, Android 17 membawa penyegaran tampilan antarmuka. Beberapa bocoran menunjukkan adanya efek blur dan sentuhan visual yang lebih modern. Namun, tidak semua pengguna menyambutnya dengan antusias.
Sebagian menilai desain tersebut terlalu mirip dengan sistem operasi kompetitor dan dianggap mengurangi ciri khas Android. Meski tampil lebih segar, perubahan gaya visual ini tetap memicu perdebatan di kalangan pengguna setia.
Quick Settings yang Masih Membingungkan
Android 17 juga melakukan penyesuaian pada panel Quick Settings. Toggle Wi-Fi dan data seluler kembali dipisah, yang sebelumnya sempat digabung. Bagi sebagian pengguna, ini merupakan langkah positif.
Namun demikian, tata letak dan pengaturan panel cepat ini dinilai belum sepenuhnya intuitif. Beberapa pengguna masih merasa perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan susunan menu yang baru.
Tantangan untuk Pengembang Aplikasi
Tidak hanya pengguna, pengembang aplikasi pun menghadapi tantangan baru. Google menerapkan aturan orientasi layar dan fleksibilitas ukuran aplikasi yang lebih ketat untuk Android 17.
Aturan ini memang bertujuan meningkatkan kompatibilitas di perangkat layar besar dan ponsel lipat. Akan tetapi, bagi aplikasi lama, penyesuaian tersebut membutuhkan pembaruan kode yang tidak sedikit. Hal ini bisa memperlambat adaptasi sejumlah aplikasi populer.
Performa yang Belum Konsisten di Semua Perangkat
Beberapa laporan awal juga menyebutkan bahwa performa Android 17 belum konsisten. Ada perangkat yang berjalan lancar, tetapi ada pula yang terasa sedikit lebih lambat setelah pembaruan.
Selain itu, sebagian pengguna mengeluhkan suhu perangkat yang lebih hangat saat pertama kali booting atau setelah instalasi sistem. Walaupun hal ini bisa jadi bagian dari proses optimalisasi awal, tetap saja menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian pengguna.
Fitur yang Belum Sepenuhnya Aktif
Karena masih dalam tahap pengembangan, tidak semua fitur Android 17 sudah tersedia secara penuh. Beberapa elemen visual yang sempat bocor ke publik bahkan belum muncul di versi beta tertentu.
Artinya, fitur yang saat ini diperkenalkan masih bisa berubah sebelum rilis final. Situasi ini membuat sebagian pengguna memilih menunggu versi stabil agar mendapatkan pengalaman yang lebih matang.
Secara keseluruhan, Android 17 memang menjanjikan peningkatan di sektor stabilitas, keamanan, dan optimalisasi sistem. Namun untuk saat ini, versi beta masih menyisakan sejumlah kekurangan Android 17 yang perlu dipertimbangkan.
Mulai dari potensi bug, perubahan desain yang belum tentu disukai semua orang, risiko reset pabrik saat keluar dari program beta, hingga peningkatan yang terasa kurang signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa fase beta memang bertujuan untuk pengujian. Banyak kekurangan yang kemungkinan besar akan diperbaiki sebelum peluncuran resmi pada pertengahan 2026. Karena itu, bagi pengguna yang mengutamakan kestabilan, menunggu versi final bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.