Anggota Baru Tak Lagi Bingung-WhatsApp Kini Izinkan Akses Chat Lama Grup
Gadget – WhatsApp akhirnya merespons permintaan pengguna selama bertahun-tahun dengan meluncurkan fitur Riwayat Pesan Grup. Fitur ini memungkinkan anggota yang baru bergabung ke dalam grup untuk melihat obrolan sebelumnya, sesuatu yang selama ini tidak mungkin dilakukan.
Peluncuran resmi fitur ini telah dimulai di Indonesia dan sejumlah negara lain, meski distribusinya masih bertahap. Menurut WhatsApp, fitur ini merupakan salah satu yang paling banyak diminta oleh pengguna global, terutama oleh komunitas keluarga, tim kerja, dan organisasi yang sering menambahkan anggota baru ke grup aktif.
Artikel ini mengupas tuntas mekanisme kerja fitur Riwayat Pesan Grup, opsi yang tersedia, aspek privasi, serta implikasinya bagi dinamika komunikasi digital.
Apa Itu Fitur Riwayat Pesan Grup WhatsApp?
Sebelumnya, ketika seseorang ditambahkan ke grup WhatsApp, mereka hanya bisa melihat pesan yang dikirim setelah mereka bergabung. Tidak ada akses ke riwayat percakapan sebelumnya meski diskusi tersebut sedang berlangsung atau sangat relevan.
Dengan fitur Riwayat Pesan Grup, admin atau anggota grup kini dapat secara opsional mengirimkan cuplikan obrolan lama kepada anggota baru. Ini membantu mereka:
- Memahami konteks diskusi
- Menghindari pertanyaan berulang
- Langsung berkontribusi tanpa penjelasan manual
Fitur ini muncul otomatis saat anggota baru ditambahkan, memberikan pilihan kepada pengirim untuk menyertakan riwayat chat.
Empat Opsi Rentang Riwayat: Dari 25 hingga 100 Pesan Terakhir
WhatsApp tidak memberikan akses penuh ke seluruh arsip grup melainkan menyediakan empat opsi terbatas:
- 25 pesan terakhir
- 50 pesan terakhir
- 75 pesan terakhir
- 100 pesan terakhir
Rentang ini mencakup pesan teks, media, dan dokumen yang dikirim sebelum anggota baru masuk. Namun, pesan yang telah dihapus atau kedaluwarsa tidak termasuk.
Pengirim (admin atau anggota) bisa memilih rentang mana yang paling relevan misalnya, hanya mengirim 25 pesan terakhir jika diskusi baru saja dimulai.
Desain Visual dan Notifikasi yang Transparan
Agar tidak menimbulkan kebingungan, WhatsApp membedakan riwayat pesan dari obrolan biasa melalui:
Label khusus berwarna berbeda
Notifikasi grup otomatis yang menyatakan:
“[Nama] mengirim riwayat pesan grup (25–100 pesan terakhir)”
Semua anggota grup akan melihat notifikasi ini, sehingga tidak ada riwayat yang dikirim diam-diam. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan dan privasi kolektif.
Privasi Tetap Terjaga: Enkripsi End-to-End Tetap Berlaku
Meski bersifat historis, pesan dalam riwayat tetap dilindungi enkripsi end-to-end standar keamanan inti WhatsApp. Artinya:
- Hanya anggota grup yang bisa melihatnya
- Tidak disimpan di server WhatsApp
- Tidak bisa diakses oleh pihak ketiga, termasuk Meta
Selain itu, fitur ini sepenuhnya opsional. Admin grup dapat:
- Mengaktifkan/menonaktifkan fitur ini di pengaturan grup
- Memilih tidak mengirim riwayat sama sekali
Ini memberikan kontrol penuh kepada komunitas, terutama grup sensitif seperti keluarga, bisnis, atau organisasi tertutup.
Mengapa Fitur Ini Sangat Dinantikan?
Menurut survei internal WhatsApp, pengguna sering mengeluhkan:
- Harus menjelaskan ulang topik diskusi
- Mengirim screenshot berantai yang memakan waktu
- Anggota baru merasa “terasing” karena tidak paham konteks
Dengan Riwayat Pesan Grup, semua masalah itu bisa diatasi dalam satu klik. Terutama di lingkungan profesional atau pendidikan, fitur ini bisa meningkatkan efisiensi kolaborasi secara signifikan.
Ketersediaan dan Kompatibilitas
Fitur ini mulai digulirkan secara bertahap sejak Oktober 2025. Namun, belum semua pengguna menerimanya, termasuk beberapa pengguna Android dengan versi WhatsApp 2.26.5.74.
WhatsApp menyarankan pengguna:
- Memastikan aplikasi diperbarui ke versi terbaru
- Menunggu rollout bertahap jika belum muncul
- Memeriksa pengaturan grup untuk melihat opsi “Kirim Riwayat Pesan”
Versi iOS dan Android akan menerima fitur ini secara paralel, meski jadwal pastinya tergantung pada wilayah dan segmentasi pengguna.
Implikasi Sosial: Lebih Efisien, Tapi Perlu Bijak
Meski bermanfaat, fitur ini juga membuka pertanyaan etis:
- Apakah semua anggota setuju jika riwayat dibagikan?
- Bagaimana jika ada pesan pribadi yang tak sengaja ikut terkirim?
Oleh karena itu, WhatsApp menekankan tanggung jawab pengirim. Sebaiknya:
- Hanya kirim riwayat jika relevan
- Hindari mengirim jika ada konten sensitif
- Diskusikan norma grup sebelum menggunakan fitur ini
Kesimpulan: Langkah Cerdas Menuju Komunikasi Grup yang Lebih Inklusif
Fitur Riwayat Pesan Grup adalah bukti bahwa WhatsApp terus mendengarkan penggunanya. Dengan menjaga keseimbangan antara kenyamanan, efisiensi, dan privasi, fitur ini berpotensi menjadi standar baru dalam komunikasi grup digital.
Bagi jutaan pengguna di Indonesia yang aktif di grup keluarga, arisan, kantor, atau komunitas, fitur ini bukan sekadar tambahan tapi solusi nyata atas masalah sehari-hari.
Jadi, jika Anda melihat notifikasi “riwayat pesan dikirim” di grup WhatsApp, jangan kaget itu tanda bahwa komunikasi digital Anda baru saja menjadi lebih cerdas.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |