Gugatan Kuota Internet Hangus di MK: Ini Respon Telkomsel

Gugatan Kuota Internet Hangus di MK: Ini Respon Telkomsel
Sumber :
  • Istimewa
  • Telkomsel menyatakan sikap menunggu putusan Mahkamah Konstitusi terkait kebijakan akumulasi sisa kuota.
  • Manajemen mengklaim fitur rollover sebenarnya sudah tersedia pada produk paket data tertentu.
  • Pemerintah memperingatkan risiko kenaikan tarif jika kebijakan rollover diwajibkan secara regulasi.
img_title Listrik Padam Massal di Sumatera Ganggu Jaringan Telkomsel, XL & Indosat

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai polemik kuota internet hangus yang kini bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Perusahaan memastikan akan mengikuti segala regulasi hukum yang berlaku di Indonesia.

img_title Konektivitas Tanpa Batas, Telkomsel Kawal Jemaah Haji di Tanah Suci

Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan pihaknya masih memantau perkembangan persidangan. Saat ini, Telkomsel memilih untuk mengambil langkah wait and see terhadap putusan hakim.

Strategi Telkomsel Menghadapi Gugatan Kuota Internet Hangus

img_title AT&T Elite 2.0: Fitur Turbo dan Hotspot 250GB Jadi Unggulan

Fahmi menjelaskan bahwa pemberlakuan kebijakan rollover atau akumulasi kuota akan memengaruhi struktur bisnis seluruh operator. Meskipun demikian, Telkomsel mengklaim telah memiliki produk dengan fitur serupa untuk segmentasi pelanggan tertentu.

Perusahaan merancang berbagai paket data berdasarkan kebutuhan pengguna yang sangat beragam. Fahmi menilai sisa kuota yang tidak terpakai seringkali terjadi karena pelanggan membeli paket yang melebihi kebutuhan konsumsi mereka.

 

Analisis Dampak Regulasi Terhadap Tarif Layanan

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital turut memberikan pandangan dalam persidangan di MK. Kebijakan akumulasi kuota secara wajib berpotensi memberikan beban biaya tambahan yang sangat besar bagi operator.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyebut kondisi ini bisa memicu penyesuaian tarif layanan. Selain itu, kepadatan jaringan akibat akumulasi kuota berisiko menurunkan kualitas koneksi internet bagi masyarakat luas.

Industri telekomunikasi membutuhkan pengelolaan kapasitas jaringan yang efisien karena sifatnya yang dinamis dan terbatas. Oleh karena itu, masa berlaku tetap diterapkan untuk menjaga keseimbangan antara investasi infrastruktur dan keterjangkauan harga kuota internet hangus bagi publik.