Duel Performa Samsung Galaxy S26: Exynos 2600 vs Snapdragon

Duel Performa Samsung Galaxy S26: Exynos 2600 vs Snapdragon
Sumber :
  • Istimewa

Samsung Galaxy S26 vs iPhone 17: Siapa Raja Flagship 2026?
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5 masih memimpin performa CPU single-core dengan keunggulan hingga 18 persen.
  • Exynos 2600 mencetak kejutan besar dengan mengungguli skor GPU Snapdragon dalam pengujian OpenCL.
  • Penggunaan proses fabrikasi 2nm GAA pada Exynos 2600 mulai menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan.

Resmi! Samsung Galaxy S26 Hadirkan Koneksi Satelit Darurat

Sehari setelah peluncuran global Galaxy Unpacked, publik kini menyoroti pengujian intensif performa Samsung Galaxy S26. Debat klasik antara chipset Snapdragon dan Exynos kembali mencuat ke permukaan dengan hasil yang tak terduga. Tahun ini, Samsung tampaknya berhasil memperkecil celah performa yang selama ini menjadi keluhan para pengguna setianya.

Performa Samsung Galaxy S26: Snapdragon vs Exynos

Harga RAM LPDDR5X Samsung Naik 100%, Apple Terpaksa Setuju?

Data terbaru dari Geekbench 6 mulai membedah kekuatan mesin di balik seri flagship terbaru ini. Samsung menyematkan Exynos 2600 yang berbasis proses 2nm GAA pertama milik mereka. Di sisi lain, varian Snapdragon 8 Elite Gen 5 tetap mengandalkan teknologi 3nm milik TSMC yang sudah matang.

Hasil pengujian ini bukan sekadar adu cepat antara Qualcomm dan Samsung. Skor tersebut menjadi indikator awal sejauh mana kemajuan manufaktur Samsung Foundry dalam menantang dominasi TSMC. Perbedaan performa keduanya kini tidak lagi sedrastis tahun-tahun sebelumnya.

Dominasi CPU Qualcomm Masih Bertahan

Varian Galaxy S26 Ultra yang menggunakan Snapdragon mencatat skor single-core antara 3.670 hingga 3.724 poin. Untuk pengujian multi-core, chipset ini menembus angka 11.237 poin. Angka ini mencerminkan optimasi agresif Qualcomm untuk varian khusus "for Galaxy" yang memiliki kecepatan clock lebih tinggi.

Sementara itu, Exynos 2600 pada Galaxy S26+ meraih skor single-core di kisaran 3.105 hingga 3.197. Meskipun tertinggal sekitar 10 hingga 18 persen, performa ini sudah sangat mumpuni. Dalam penggunaan harian, perbedaan ini mungkin hanya terasa pada kecepatan membuka aplikasi yang sangat berat.

Kejutan Besar di Sektor GPU

Hal yang paling menarik tahun ini justru muncul dari sektor grafis atau GPU. Dalam pengujian OpenCL, Exynos 2600 secara mengejutkan mencatat skor 24.240 poin. Angka ini sedikit melampaui Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang meraih skor 24.152 poin.

Kemenangan tipis ini memiliki makna simbolis yang sangat besar bagi Samsung. Secara historis, Exynos selalu kesulitan menandingi GPU Qualcomm dalam hal stabilitas dan keluaran daya. Jika angka ini bertahan dalam pengujian game jangka panjang, citra buruk Exynos bisa segera berakhir.

Implikasi Terhadap Persaingan Chipset Global

Keberhasilan Samsung memperkecil ketertinggalan performa Samsung Galaxy S26 menandai babak baru dalam industri semikonduktor. Fokus kini beralih pada bagaimana chipset ini menangani suhu panas selama penggunaan intensif. Pengguna tentu menantikan apakah efisiensi daya 2nm GAA benar-benar memberikan daya tahan baterai yang lebih baik.

Meskipun hasil benchmark awal sangat menjanjikan, pengujian dunia nyata tetap menjadi penentu utama. Konsistensi performa di bawah beban kerja berat akan membuktikan apakah Samsung benar-benar telah sejajar dengan Qualcomm. Persaingan ini dipastikan akan menguntungkan konsumen yang menginginkan perangkat bertenaga tanpa kompromi.