Canggih! Aplikasi DopFone Ubah Smartphone Jadi Monitor Janin

Canggih! Aplikasi DopFone Ubah Smartphone Jadi Monitor Janin
Sumber :
  • Volodymyr Hryshchenko / Unsplash

Bocoran Huawei Band 11 Pro: Desain Lebih Premium, Layar Melengkung!
  • DopFone menggunakan speaker dan mikrofon bawaan smartphone untuk memantau detak jantung bayi.
  • Hasil studi menunjukkan akurasi aplikasi ini hanya berselisih 2 BPM dari alat Doppler standar medis.
  • Teknologi ini tidak memerlukan perangkat keras tambahan, kabel, maupun gel khusus.

7 Aplikasi Penghitung Kontraksi Terbaik untuk Persiapan Persalinan

Peneliti dari University of Washington baru saja menciptakan terobosan besar lewat aplikasi deteksi detak jantung janin bernama DopFone. Inovasi ini memungkinkan ibu hamil memantau kondisi kesehatan bayi hanya dengan menggunakan speaker dan mikrofon smartphone. Teknologi ini bekerja secara mandiri tanpa memerlukan perangkat keras tambahan yang mahal atau prosedur medis yang rumit.

Cara Kerja Teknologi DopFone pada Smartphone

Cukup Tes Darah, Alzheimer Bisa Terdeteksi Sejak Dini! Norwegia Jadi yang Pertama

Sistem DopFone beroperasi dengan cara memancarkan nada 18kHz melalui speaker ponsel. Gelombang suara tersebut kemudian memantul pada tubuh janin dan menciptakan gema yang ditangkap kembali oleh mikrofon. Model machine learning canggih dalam aplikasi kemudian menganalisis pergeseran frekuensi halus dari pantulan suara tersebut.

Proses pemantauan ini berlangsung sangat cepat dan praktis bagi pengguna di rumah. Ibu hamil cukup menempelkan mikrofon ponsel ke bagian perut selama satu menit penuh. Selanjutnya, algoritma aplikasi akan memproses data suara tersebut untuk menghitung estimasi detak jantung janin secara presisi.

Akurasi Tinggi Melalui Pengujian Klinis

Tim peneliti menguji aplikasi deteksi detak jantung janin ini kepada 23 pasien dengan usia kehamilan 19 hingga 39 minggu. Hasilnya sangat memuaskan karena tingkat akurasi aplikasi berada dalam rentang 2 detak per menit (BPM) dibandingkan alat Doppler medis. Angka ini jauh lebih baik dari batas toleransi medis yang biasanya mencapai 8 BPM.

Meskipun akurat, peneliti mencatat adanya sedikit penurunan performa pada pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi. Meski demikian, pembacaan detak jantung tetap berada dalam batas normal. Pengujian saat ini juga masih terbatas pada kehamilan tunggal dan belum mencakup kehamilan kembar.

Potensi dan Masa Depan Pemantauan Kehamilan Mandiri

Hadirnya DopFone memberikan harapan baru bagi aksesibilitas kesehatan ibu dan anak di seluruh dunia. Visi jangka panjang tim peneliti adalah menghadirkan aplikasi ini secara gratis atau berbiaya rendah di berbagai platform. Hal ini akan sangat membantu masyarakat di daerah terpencil yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan dengan peralatan Doppler konvensional.

Halaman Selanjutnya
img_title