Trump Putus Kontrak Anthropic: Tolak AI Jadi Senjata Otonom

Trump Putus Kontrak Anthropic: Tolak AI Jadi Senjata Otonom
Sumber :
  • Istimewa

Trump Lawan Aturan Kedaulatan Data Demi Lindungi AI AS
  • Presiden Donald Trump resmi menghentikan seluruh kontrak federal dengan perusahaan AI Anthropic.
  • Penolakan terhadap klausul senjata otonom dan pengawasan domestik menjadi pemicu utama keretakan hubungan.
  • OpenAI langsung mengambil alih posisi strategis di Pentagon hanya beberapa jam setelah pengumuman tersebut.

Keamanan iPhone Diakui NATO untuk Kelola Data Rahasia Negara

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengambil langkah drastis dengan menginstruksikan agar kontrak Anthropic diputus secara total dari seluruh instansi federal. Keputusan tegas ini muncul setelah Anthropic menolak permintaan Departemen Pertahanan AS mengenai pengembangan senjata otonom AI.

Pihak Gedung Putih menilai sikap perusahaan pengembang model AI Claude tersebut menghambat kemajuan teknologi pertahanan negara. Saat ini, Pentagon memang tengah gencar membangun sistem persenjataan yang mampu menyerang target secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Google Rilis Nano Banana 2: Generator Gambar AI Makin Canggih

Alasan Etika di Balik Kontrak Anthropic Diputus

Perselisihan antara Anthropic dan militer Amerika Serikat sebenarnya telah memanas sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini bermula saat penggunaan model Claude terdeteksi dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Kondisi semakin memburuk ketika Departemen Pertahanan mengajukan klausul "segala penggunaan yang sah". Klausul ini memberikan lampu hijau bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan domestik massal melalui teknologi kecerdasan buatan.

CEO Anthropic, Dario Amodei, menolak keras kesepakatan tersebut karena bertentangan dengan prinsip etika perusahaan. Amodei menegaskan bahwa keandalan sistem AI saat ini belum cukup aman untuk mengoperasikan senjata mematikan tanpa pengawasan manusia yang terlatih.

Dampak Status Risiko Keamanan Nasional

Respons keras pemerintah Trump segera terlihat melalui platform Truth Social. Pemerintah memberikan waktu transisi selama enam bulan bagi seluruh lembaga federal untuk menghapus produk Anthropic dari sistem operasional mereka.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan menetapkan Anthropic sebagai "Risiko Rantai Pasokan bagi Keamanan Nasional". Status ini secara otomatis melarang seluruh kontraktor militer AS menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan besutan Amodei tersebut.

Di sisi lain, Wakil Menteri Pertahanan Emil Michael menuduh Amodei berusaha mengendalikan kebijakan militer secara pribadi. Michael menilai sikap Anthropic justru membahayakan posisi Amerika Serikat dalam persaingan teknologi global melawan China.

OpenAI Masuk Setelah Kontrak Anthropic Diputus

Dinamika industri AI di sektor pertahanan langsung berubah cepat sesaat setelah pengumuman tersebut. OpenAI secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan baru dengan Pentagon hanya dalam hitungan jam.

CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan bahwa kontrak baru tersebut tetap menghormati batasan pengawasan domestik. Namun, OpenAI setuju bekerja dalam kerangka kerja yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan mendesak pemerintah Amerika Serikat.

Meskipun kontrak Anthropic diputus, Amodei menyatakan tetap berkomitmen membantu proses transisi agar misi kritis militer tidak terganggu. Sementara itu, raksasa teknologi lain seperti Google masih memilih untuk bungkam melihat tensi tinggi antara Silicon Valley dan Washington saat ini.