Xiaomi Miclaw Resmi Diperkenalkan, Asisten AI Otonom yang Bisa Mengoperasikan Aplikasi Sendiri

Xiaomi Miclaw Resmi Diperkenalkan
Sumber :
  • Xiaomi

Tidak hanya itu, Xiaomi juga membuka peluang bagi para pengembang untuk ikut mengembangkan kemampuan Miclaw. Platform ini mendukung standar terbuka bernama Model Context Protocol atau MCP.

REDMI Pad 2 9.7-inch Muncul di GSMA, Siap Meluncur 2026?

Standar ini memungkinkan berbagai utilitas AI yang sudah ada di platform lain untuk diintegrasikan dengan Miclaw. Dengan kata lain, pengembang dapat menambahkan fitur baru agar AI bisa memanfaatkan kemampuan aplikasi mereka.

Selain MCP, Xiaomi juga merilis Software Development Kit atau SDK khusus. Melalui SDK tersebut, aplikasi pihak ketiga dapat mendeklarasikan kemampuan yang mereka miliki. Informasi ini kemudian akan digunakan oleh AI untuk menentukan aplikasi mana yang dapat membantu menyelesaikan suatu tugas.

Xiaomi Rajai Pasar Wearable Dunia 2025, Geser Dominasi Apple

Walaupun terlihat menjanjikan, Xiaomi menegaskan bahwa Miclaw masih berada dalam tahap eksperimental. Artinya, teknologi ini masih dalam proses pengembangan dan belum sepenuhnya stabil.

Perusahaan mengakui bahwa beberapa aspek seperti keandalan sistem, konsumsi daya, serta tingkat keberhasilan dalam menjalankan tugas kompleks masih terus diperbaiki. Karena itu, beberapa perintah mungkin belum selalu berhasil dijalankan dengan sempurna.

Poco X8 Pro Max Muncul di Geekbench dengan Dimensity 9500s, Performa Terungkap

Untuk saat ini, Miclaw hanya tersedia melalui program beta tertutup. Pengguna yang ingin mencoba teknologi ini harus mendapatkan undangan khusus dari Xiaomi.

Perusahaan juga menyarankan agar penguji tidak menginstal versi eksperimental ini di ponsel utama mereka. Selain itu, pengguna dianjurkan untuk mencadangkan data sebelum mencoba sistem tersebut.

Pengujian Miclaw saat ini hanya mendukung beberapa perangkat flagship Xiaomi. Di antaranya adalah Xiaomi 17, Xiaomi 17 Pro, Xiaomi 17 Pro Max, Xiaomi 17 Ultra, serta Xiaomi 17 Ultra Leica Edition.

Dari sisi privasi, Xiaomi juga memberikan penjelasan terkait pengolahan data pengguna. Perusahaan menegaskan bahwa interaksi pengguna dengan Miclaw tidak akan digunakan untuk melatih model AI mereka.

Menurut Xiaomi, pelatihan model MiMo hanya menggunakan dataset publik atau data yang telah mendapatkan izin resmi. Sementara itu, interaksi pengguna hanya diproses secara real-time untuk menjalankan perintah yang diminta.

Data sensitif juga diproses secara lokal di perangkat menggunakan sistem yang disebut komputasi privasi edge-cloud. Pendekatan ini bertujuan menjaga keamanan data sekaligus memastikan AI tetap bisa bekerja secara efisien.

Halaman Selanjutnya
img_title