Pesan Ojek Online Sulit Saat Ramadan? Driver Ungkap Bug Sistem
- Istimewa
- Gangguan distribusi pesanan pada aplikasi mitra menyebabkan layanan ojek online sulit didapat pelanggan.
- Driver mengeluhkan titik penjemputan yang semakin jauh dan tidak akurat saat jam krusial berbuka puasa.
- Kegagalan fitur filter layanan memaksa pengemudi mengambil pesanan yang tidak sesuai pengaturan awal.
Pelanggan transportasi daring mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan ojek online selama bulan Ramadan. Fenomena ini muncul akibat dugaan malfungsi pada sistem distribusi pesanan dan perubahan pola kerja mitra pengemudi di lapangan.
Kondisi tersebut terpantau semakin intens terjadi menjelang jam-jam sibuk. Para mitra melaporkan adanya kejanggalan teknis yang menghambat efisiensi kerja mereka saat melayani penumpang.
Gangguan Sistem Distribusi Layanan Ojek Online
Septriyan, salah satu mitra pengemudi, membeberkan sejumlah anomali teknis pada aplikasinya. Ia sering menerima permintaan penjemputan dengan lokasi yang sangat jauh dari posisinya berada.
Gangguan titik penjemputan ini terasa semakin parah saat memasuki waktu sore hari. "Kalau mau buka puasa, titik jemputnya pasti jauh," ungkap Septriyan saat memberikan keterangan pada Rabu (10/3/2026).
Meskipun layanan terasa sulit, ia memastikan tidak ada aksi mogok kerja massal. Mayoritas pengemudi tetap beroperasi secara normal untuk mengejar target pendapatan harian guna memenuhi kebutuhan keluarga.
Masalah Fitur Filter dan Opsi Layanan
Selain kendala jarak, masalah teknis juga menyasar fitur penyaringan atau filter layanan. Sistem aplikasi tetap mengirimkan orderan kategori tertentu meskipun pengemudi sudah menonaktifkannya.
Septriyan mencontohkan, sistem sering memaksa masuk pesanan "Bike Hemat". Padahal, ia hanya mengaktifkan kategori "Bike Standard" pada pengaturan aplikasinya. Sebagai informasi, Bike Hemat adalah layanan tarif terjangkau dari Grab untuk rute pendek.
Para pengemudi terpaksa mengeksekusi pesanan yang tidak sesuai tersebut. Hal ini mereka lakukan demi menjaga performa akun agar tidak terkena sanksi dari pihak operator atau penyedia aplikasi.
Analisis Operasional dan Ketersediaan Armada
Faktor ibadah juga memengaruhi ketersediaan layanan ojek online di jam-jam tertentu. Banyak mitra yang memilih menonaktifkan aplikasi saat mendekati waktu berbuka puasa untuk beristirahat atau bersiap diri.
Kombinasi antara penurunan jumlah driver aktif dan bug pada sistem distribusi menciptakan hambatan besar bagi pengguna. Algoritma aplikasi saat ini dinilai kurang optimal dalam memetakan ketersediaan mitra terdekat dengan calon penumpang.