Pesan Ojek Online Sulit Saat Ramadan? Driver Ungkap Bug Sistem

Pesan Ojek Online Sulit Saat Ramadan? Driver Ungkap Bug Sistem
Sumber :
  • Istimewa

BHR Ojol 2026: Gojek dan Grab Siapkan Dana Rp110 Miliar
  • Gangguan distribusi pesanan pada aplikasi mitra menyebabkan layanan ojek online sulit didapat pelanggan.
  • Driver mengeluhkan titik penjemputan yang semakin jauh dan tidak akurat saat jam krusial berbuka puasa.
  • Kegagalan fitur filter layanan memaksa pengemudi mengambil pesanan yang tidak sesuai pengaturan awal.

Waspada Penipuan Siber Ramadan: Kenali Modus dan Waktu Rawan

Pelanggan transportasi daring mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan ojek online selama bulan Ramadan. Fenomena ini muncul akibat dugaan malfungsi pada sistem distribusi pesanan dan perubahan pola kerja mitra pengemudi di lapangan.

Kondisi tersebut terpantau semakin intens terjadi menjelang jam-jam sibuk. Para mitra melaporkan adanya kejanggalan teknis yang menghambat efisiensi kerja mereka saat melayani penumpang.

Cara Kreatif Hadirkan Suasana Ramadan di Sakura School Simulator, Bikin Roleplay Makin Seru

Gangguan Sistem Distribusi Layanan Ojek Online

Septriyan, salah satu mitra pengemudi, membeberkan sejumlah anomali teknis pada aplikasinya. Ia sering menerima permintaan penjemputan dengan lokasi yang sangat jauh dari posisinya berada.

Gangguan titik penjemputan ini terasa semakin parah saat memasuki waktu sore hari. "Kalau mau buka puasa, titik jemputnya pasti jauh," ungkap Septriyan saat memberikan keterangan pada Rabu (10/3/2026).

Meskipun layanan terasa sulit, ia memastikan tidak ada aksi mogok kerja massal. Mayoritas pengemudi tetap beroperasi secara normal untuk mengejar target pendapatan harian guna memenuhi kebutuhan keluarga.

Masalah Fitur Filter dan Opsi Layanan

Selain kendala jarak, masalah teknis juga menyasar fitur penyaringan atau filter layanan. Sistem aplikasi tetap mengirimkan orderan kategori tertentu meskipun pengemudi sudah menonaktifkannya.

Septriyan mencontohkan, sistem sering memaksa masuk pesanan "Bike Hemat". Padahal, ia hanya mengaktifkan kategori "Bike Standard" pada pengaturan aplikasinya. Sebagai informasi, Bike Hemat adalah layanan tarif terjangkau dari Grab untuk rute pendek.

Para pengemudi terpaksa mengeksekusi pesanan yang tidak sesuai tersebut. Hal ini mereka lakukan demi menjaga performa akun agar tidak terkena sanksi dari pihak operator atau penyedia aplikasi.

Analisis Operasional dan Ketersediaan Armada

Faktor ibadah juga memengaruhi ketersediaan layanan ojek online di jam-jam tertentu. Banyak mitra yang memilih menonaktifkan aplikasi saat mendekati waktu berbuka puasa untuk beristirahat atau bersiap diri.

Kombinasi antara penurunan jumlah driver aktif dan bug pada sistem distribusi menciptakan hambatan besar bagi pengguna. Algoritma aplikasi saat ini dinilai kurang optimal dalam memetakan ketersediaan mitra terdekat dengan calon penumpang.

Ke depan, perbaikan sistem dari pihak operator sangat mendesak. Tanpa sinkronisasi titik jemput yang akurat, pemenuhan permintaan terhadap layanan ojek online akan terus mengalami kendala selama periode Ramadan ini.