Metaverse Gagal? Meta Hentikan Akses VR Horizon Worlds Mulai Juni 2026!
- Meta
Keputusan ini bukan tiba-tiba. Sejak Februari 2026, Meta telah memberi sinyal kuat melalui blog resminya bahwa strategi produk sedang direvisi. Alasannya kompleks, tapi bisa dirangkum dalam tiga poin utama:
1. Adopsi VR Masih Terbatas
Meski Meta Quest tetap menjadi pemimpin pasar VR, basis penggunanya masih relatif kecil dibanding pengguna ponsel. Industri VR belum tumbuh secepat yang diharapkan, dan mayoritas konsumen masih enggan membeli headset mahal hanya untuk pengalaman sosial.
2. Potensi Pasar Mobile Jauh Lebih Besar
Dengan miliaran pengguna Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta memiliki akses instan ke audiens global. Menghadirkan Horizon Worlds di ponsel memungkinkan penyebaran cepat, biaya rendah, dan integrasi dengan jejaring sosial yang sudah mapan.
3. Strategi Bisnis Jangka Panjang
Meta menyatakan ingin “memberdayakan developer dan kreator membangun bisnis jangka panjang.” Dengan fokus pada mobile, mereka berharap menarik lebih banyak pengembang game sosial yang bisa menciptakan pengalaman viral mirip dengan Among Us atau Roblox, tapi terintegrasi dengan ekosistem Meta.
Apakah Ini Berarti Meta Meninggalkan VR?
Tidak sama sekali. Meta menegaskan bahwa komitmen terhadap realitas virtual tetap kuat. Faktanya:
- Reality Labs (divisi VR/AR Meta) terus beroperasi di bawah pimpinan CTO Andrew “Boz” Bosworth.
- Investasi developer VR mencapai hampir USD 150 juta (Rp2,5 triliun) sepanjang 2025.
- Meta Horizon+, layanan berlangganan VR, telah menembus 1 juta pelanggan aktif.
86% waktu penggunaan headset dihabiskan untuk aplikasi pihak ketiga bukti bahwa ekosistem developer tetap hidup.
Meta bahkan melihat pertumbuhan pengguna kasual yang menggunakan VR untuk streaming film, olahraga, atau meditasi bukan hanya gaming. Fitur hand tracking (tanpa kontroler) juga semakin populer.
Artinya: VR tidak mati tapi Horizon Worlds sebagai "dunia sosial" ternyata kurang cocok untuk format headset.
Dampak bagi Komunitas dan Masa Depan Metaverse
Penutupan ini menjadi titik balik simbolis dalam sejarah metaverse. Proyek yang dulu digadang-gadang sebagai “penerus internet” kini harus beradaptasi dengan realitas pasar.
Bagi komunitas Horizon Worlds yang telah membangun rumah virtual, mengadakan konser, bahkan menikah di dalam platform keputusan ini terasa seperti kehilangan rumah digital. Namun, bagi Meta, ini adalah langkah pragmatis: lebih baik sukses di mobile daripada gagal di VR.