Laba ITSEC Asia (CYBR) Melesat 8.504%, Efek Strategi AI
- Istimewa
- Laba bersih CYBR meroket 8.504% menjadi Rp65,4 miliar sepanjang tahun buku 2025.
- Pendapatan konsolidasi tumbuh 62,1% didorong oleh adopsi teknologi berbasis AI.
- Perseroan sukses memperbaiki struktur permodalan dengan gearing ratio di level 0,20 kali.
Emiten jasa keamanan siber PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencetak rekor pertumbuhan laba bersih yang fantastis sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba Rp65,4 miliar atau meroket 8.504% dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan signifikan ini membuktikan efektivitas strategi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diterapkan perseroan.
Strategi AI Pacu Pendapatan ITSEC Asia (CYBR)
Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan konsolidasi yang mencapai Rp527,1 miliar. Nilai ini tumbuh 62,1% secara tahunan dari posisi Rp325,1 miliar. Perseroan juga mencatatkan penguatan margin laba bruto yang menebal ke level 54,0%.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menyebut kinerja ini sebagai titik balik struktural. Perusahaan kini fokus memperluas jangkauan produk melalui kapabilitas berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini meningkatkan skala bisnis dan efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Ekspansi Segmen Retail dan Edukasi
Manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh penetrasi di segmen enterprise dan UKM. CYBR juga mulai merambah pasar edukasi dengan mendirikan ITSEC Cyber Academy. Fasilitas ini fokus memberikan pelatihan khusus di bidang keamanan siber dan AI.
Selain itu, aplikasi IntelliBroń Aman sukses menembus 100.000 unduhan pada bulan pertama. Capaian ini merupakan hasil kolaborasi strategis melalui kemitraan pre-instalasi dengan Infinix Smartphone. Sementara itu, layanan IntelliBroń Orion terus memperkuat dominasinya di pasar UKM nasional.
Proyeksi Pertumbuhan dan Ketahanan Siber Nasional
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp27 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan aset tak berwujud. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas jangka panjang ITSEC Asia (CYBR).
Kondisi keuangan perusahaan saat ini juga jauh lebih sehat. Rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) membaik drastis dari 1,13 kali menjadi 0,20 kali. Total ekuitas perseroan kini melonjak hingga menyentuh angka Rp256,2 miliar pada akhir Desember 2025.