Implementasi PP Tunas: TikTok Tutup 1,7 Juta Akun Anak
- Istimewa
- TikTok resmi menonaktifkan 1,7 juta akun pengguna di bawah usia 16 tahun.
- Roblox menerapkan verifikasi usia dan membatasi komunikasi orang asing bagi anak.
- Delapan platform digital raksasa menyatakan komitmen patuh pada aturan pemerintah.
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid resmi memperketat implementasi PP Tunas atau PP No.17/2025. Langkah tegas ini membuat TikTok menonaktifkan 1,7 juta akun anak di bawah usia 16 tahun hingga awal Mei 2026. Selain TikTok, platform gim Roblox juga merombak fitur keamanan demi melindungi puluhan juta pengguna anak di Indonesia.
Komitmen TikTok Jalankan Regulasi PP Tunas
TikTok kini memimpin langkah transparansi data dalam perlindungan anak digital di tanah air. Hingga 28 April 2026, platform video pendek ini sudah menghapus total 1,7 juta akun di bawah umur. Meutya Hafid mengapresiasi tindakan nyata tersebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Selain menghapus akun, TikTok memperkuat sistem deteksi kejahatan siber secara menyeluruh. Fokus utamanya mencakup pemberantasan judi online yang kerap menyasar kalangan remaja. Meski sistem ini bisa memicu kesalahan blokir pada akun dewasa, TikTok sudah menyiapkan solusi cepat.
Mekanisme Pemulihan Akun Dewasa
Meutya menjelaskan bahwa pengguna dewasa bisa mengajukan banding jika terkena dampak penonaktifan secara tidak sengaja. Head of Public Policy TikTok Indonesia, Hilmi Ardianto, menyatakan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama perusahaan. TikTok akan terus berinvestasi pada teknologi pengamanan serta literasi digital masyarakat.
Roblox Lindungi 23 Juta Pengguna Anak di Indonesia
Platform gim Roblox juga menunjukkan langkah progresif dengan menerapkan sistem verifikasi usia yang sangat ketat. Dari 45 juta pengguna di Indonesia, tercatat sekitar 23 juta di antaranya merupakan anak-anak. Roblox kini membatasi fitur komunikasi bagi pengguna di bawah 16 tahun secara otomatis.
Perusahaan gim ini juga menyediakan fitur kontrol waktu layar (screen time) khusus bagi orang tua. Langkah tersebut bertujuan untuk mencegah risiko kecanduan gim pada anak sejak dini. Meutya menegaskan bahwa pembatasan komunikasi dengan orang asing menjadi poin krusial dalam aturan perlindungan ini.
Dampak Luas Penegakan Aturan Digital Nasional
Sejauh ini, Komdigi sudah mengantongi komitmen dari delapan platform raksasa dunia termasuk Meta dan YouTube. Penegakan PP Tunas ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui kebijakan pembatasan gawai di sekolah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih sehat.
Penegakan PP Tunas memicu perubahan besar pada standar operasional platform digital secara nasional. Pemerintah berharap langkah ini mampu memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi generasi muda Indonesia. Sinergi antara regulasi pemerintah dan kesadaran platform menjadi kunci utama keberhasilan perlindungan anak di internet.