Komdigi Blokir Polymarket, Ini Alasan Tegas Pemerintah
- Istimewa
- Komdigi resmi memutus akses situs taruhan global Polymarket di Indonesia.
- Pemerintah mengategorikan prediction market berbasis kripto ini sebagai praktik judi online.
- Langkah pemblokiran ini sejalan dengan kebijakan hukum di Singapura, Brasil, hingga India.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah berani dengan memutus akses situs taruhan global Polymarket. Keputusan Komdigi Blokir Polymarket ini resmi berlaku karena platform tersebut memfasilitasi aktivitas taruhan uang dan spekulasi ilegal. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengonfirmasi tindakan tegas ini pada Senin (25/5/2026).
Alasan Komdigi Blokir Polymarket Secara Total
Pemerintah menilai platform berskala internasional ini melanggar hukum positif Indonesia. Alexander Sabar menegaskan bahwa sistem tebakan berhadiah uang tetap merupakan perjudian. Meskipun platform menggunakan teknologi blockchain atau aset kripto, esensinya tidak berubah.
Oleh karena itu, Komdigi kini memburu seluruh akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket. Langkah ini bertujuan untuk membatasi ruang gerak promosi mereka secara menyeluruh di berbagai platform digital.
Tren Global Menolak Prediction Market
Tindakan tegas Indonesia ternyata senada dengan kebijakan hukum di banyak negara lain. Negara tetangga seperti Singapura, Brasil, dan India juga sudah menutup akses resmi ke platform ini.
Sementara itu, Taiwan, Thailand, China, dan Jepang menerapkan pembatasan ketat yang serupa. Negara-negara tersebut sepakat bahwa pasar prediksi ini sangat mirip dengan taruhan digital biasa.
Penurunan Drastis Angka Transaksi Judi Online
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan perang terhadap judi online terus membuahkan hasil positif. Sepanjang tahun 2025, perputaran dana judi online turun sekitar 30 persen menjadi Rp286 triliun.
Selain itu, Komdigi juga telah mengajukan 25.214 pemblokiran rekening bank ke OJK. Angka ini merupakan akumulasi penindakan sepanjang tahun 2025 untuk menekan ruang transaksi pelaku judi online.
Dampak Nyata Setelah Komdigi Blokir Polymarket
Langkah pemblokiran ini membuktikan bahwa pemerintah tidak memberikan kelonggaran bagi ekosistem digital ilegal. Komdigi mengimbau masyarakat luas untuk segera meninggalkan aktivitas spekulasi berbasis taruhan kripto karena sangat berisiko secara finansial.
Selanjutnya, kementerian akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum secara intensif. Langkah ini sangat penting demi menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat.