PS6 Bakal Pakai AI untuk Main Game 4K 120 FPS, Ini Bocorannya!
- Sony
Hasilnya? Game yang seharusnya berjalan di 60 FPS bisa “dinaikkan” ke 120 FPS dengan latensi minimal mirip seperti teknologi Frame Generation di RTX 40 Series, tapi dirancang khusus untuk ekosistem PlayStation.
Namun, ada konsekuensi: AI ini akan mengonsumsi sebagian memori sistem dan daya pemrosesan. Sony harus memastikan alokasi sumber daya tetap optimal agar tidak mengganggu gameplay atau loading time.
PSSR: Warisan PS5 Pro yang Diperluas di PS6
Sony sebenarnya sudah meletakkan fondasi teknologi ini lewat PS5 Pro, yang memperkenalkan PSSR sebagai jawaban atas FSR (FidelityFX Super Resolution) dari AMD dan DLSS dari NVIDIA.
Di PS6, PSSR diperkirakan akan:
- Mendukung resolusi input serendah 1080p → output 4K
- Bekerja sinergis dengan AI frame generation
- Memiliki latensi lebih rendah berkat integrasi hardware-software yang lebih dalam
Yang menarik, PSSR tidak hanya meningkatkan resolusi tapi juga memperbaiki detail tekstur, pencahayaan, dan motion blur, sehingga hasil akhir terlihat lebih natural dibanding upscaling tradisional.
Strategi Biaya: PS6 Bisa Lebih Murah dari Ekspektasi
Salah satu alasan utama Sony beralih ke pendekatan berbasis AI adalah pengendalian biaya produksi. Di tengah krisis pasokan memori dan kenaikan harga chip global, membangun konsol dengan GPU kelas atas bisa sangat mahal.
Dengan mengandalkan AI dan optimisasi software, Sony berpotensi:
- Menggunakan GPU mid-to-high range yang lebih murah
- Mengurangi kebutuhan VRAM berkecepatan tinggi
- Menjaga harga eceran di bawah $1.000 (sekitar Rp15 juta)
Ini penting untuk menjaga daya saing melawan Xbox dan platform cloud gaming seperti GeForce Now atau PlayStation Cloud Streaming.
Tantangan: Akurasi AI, Latensi, dan Kompatibilitas Game
Meski menjanjikan, pendekatan berbasis AI bukan tanpa risiko:
1. Hallucination Visual
AI bisa “mengarang” detail yang tidak ada misalnya, membuat bayangan palsu atau objek yang tidak seharusnya muncul.
2. Latensi Input
Frame generation tambahan berpotensi menambah delay antara input pemain dan respons layar masalah kritis untuk game fighting atau FPS kompetitif.
3. Kompatibilitas Developer
Tidak semua studio game siap mengoptimalkan judul mereka untuk sistem AI-driven. Sony perlu menyediakan SDK yang mudah digunakan dan backward-compatible.