M7 World Championship: Misi Krusial ONIC dan Alter Ego
- Istimewa
- Indonesia, sebagai tuan rumah, menaruh ekspektasi tinggi pada gelar juara M7 World Championship (3–25 Januari 2026).
- ONIC Esports (Juara MPL) dan Alter Ego (Runner-up) menjadi dua wakil utama yang mengemban beban nasional.
- Misi krusial kedua tim adalah memutus dominasi kuat yang telah dipertontonkan oleh wakil Filipina dalam lima edisi M Series terakhir.
Publik Tanah Air kembali menaruh harapan besar pada ajang M7 World Championship. Indonesia tidak hanya bertindak sebagai tuan rumah gelaran akbar 3 hingga 25 Januari 2026 di Jakarta, tetapi juga berstatus sebagai salah satu pusat perkembangan esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terbesar di dunia. Tingginya antusiasme penggemar dan kompetisi domestik yang sangat ketat harus membuahkan hasil di level global. Oleh karena itu, semua mata kini tertuju kepada dua wakil utama: ONIC Esports dan Alter Ego. Kedua tim ini ditugaskan untuk mengembalikan trofi M7 World Championship yang sudah lama hilang ke pangkuan Ibu Pertiwi.
ONIC Esports: Konsistensi, Dominasi Domestik, dan Target Gelar M7
Sebagai pemegang gelar juara MPL Indonesia Season 16, ONIC Esports otomatis menjadi unggulan utama dalam perebutan trofi dunia kali ini. Kekuatan terbesar tim berjuluk Landak Kuning ini terletak pada konsistensi yang mereka tunjukkan dalam waktu yang panjang. ONIC berhasil mendefinisikan standar kekuatan tim Indonesia.
Rekor Domestik dan Tantangan Global
ONIC mencatat rekor fantastis dengan mengoleksi tujuh gelar juara dalam sembilan musim terakhir MPL Indonesia. Angka tersebut jelas membuktikan dominasi mutlak mereka di level nasional. Namun demikian, satu target besar masih menghantui, yaitu gelar juara M Series. Indonesia memang pernah merasakan kejayaan M Series pada edisi perdana (M1 2019), tetapi sejak itu dominasi berpindah tangan. M7 di Jakarta menjadi momentum krusial bagi ONIC. Mereka harus membuktikan bahwa konsistensi domestik dapat diterjemahkan menjadi gelar juara M7 World Championship di hadapan pendukung tuan rumah.
Alter Ego: Kisah Kebangkitan, Potensi Kuda Hitam di M7
Alter Ego menawarkan narasi yang sangat berbeda dari ONIC. Tim berjuluk El Familia ini tiba di panggung global dengan membawa kisah kebangkitan yang mengejutkan. Alter Ego bukan debutan, mereka sempat tampil pada M2 World Championship tahun 2020. Setelah lima tahun menanti, Alter Ego akhirnya kembali ke kancah dunia.
Momentum Runner-up MPL dan Kekuatan Rookie
Alter Ego sukses merebut posisi runner-up di MPL Indonesia Season 16. Pencapaian ini terbilang istimewa karena sebagian besar roster mereka diisi oleh pemain muda dan rookie. Nino menjadi figur paling senior yang membimbing talenta-talenta baru ini. Selain itu, status sebagai “kuda hitam” justru menguntungkan mereka. Alter Ego kini dapat tampil tanpa beban mental yang sama besarnya dengan ONIC. Situasi ini memungkinkan mereka untuk memberikan kejutan signifikan di tengah persaingan ketat M7 World Championship.
Analisis Harapan Indonesia Merebut Trofi M7 World Championship
ONIC Esports dan Alter Ego menapaki M7 World Championship melalui dua jalur yang berbeda. ONIC datang dengan label konsistensi juara, sementara Alter Ego membawa semangat kebangkitan dan keberanian untuk menantang prediksi. Kedua tim ini memiliki tujuan tunggal: mengakhiri dominasi wakil Filipina di ajang M Series dan mengamankan trofi bergengsi ini kembali ke Jakarta. Dukungan penuh dari basis penggemar MLBB terbesar di dunia, ditambah pengalaman bertanding di level tertinggi, membuat harapan Indonesia kali ini terasa semakin menyala. Kesuksesan dua wakil ini di M7 World Championship akan sangat menentukan arah masa depan esports MLBB di Tanah Air.