AI Industri Game: 52% Developer Anggap Buruk di Tengah PHK Massal
- Florian Olivo / Unsplash
- 52% profesional industri game kini melihat Generative AI berdampak buruk, naik drastis dari 30% tahun lalu.
- Sebanyak 28% responden melaporkan telah mengalami PHK dalam dua tahun terakhir.
- Meskipun cemas, 36% developer saat ini tetap menggunakan alat AI Industri Game untuk pekerjaan sehari-hari.
- Kekhawatiran utama meliputi potensi hilangnya pekerjaan dan penurunan kualitas kreasi karena AI ‘berhalusinasi’.
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) Generatif di sektor video game terus meningkat pesat. Namun, adopsi masif ini membawa awan ketidakpastian yang tebal bagi para profesional. Sebuah laporan industri terbaru menunjukkan paradoks tajam: developer semakin bergantung pada alat efisiensi, tetapi mayoritas besar kini percaya AI Industri Game justru merugikan masa depan mereka. Kekhawatiran ini memuncak di tengah krisis keamanan kerja global, ditandai oleh gelombang PHK massal yang terus mengguncang studio-studio besar.
Ketakutan PHK Mendorong Penolakan Generative AI
Laporan State of the Game Industry 2026, yang dirilis oleh penyelenggara Game Developers Conference (GDC), menyajikan gambaran industri yang terperangkap. Industri ini berdiri di antara janji efisiensi AI dan rasa takut kehilangan pekerjaan. Laporan ini mengumpulkan respons dari lebih dari 2.300 profesional dari berbagai peran dan disiplin kerja. Hasilnya jelas: kepercayaan terhadap AI sedang merosot tajam.
Mayoritas developer game kini merasa sangat skeptis. Setengah lebih, tepatnya 52%, dari responden menyatakan Generative AI berdampak buruk bagi industri. Angka ini melonjak tajam dari hanya 30% pada tahun sebelumnya. Sebaliknya, hanya 7% responden yang melihat AI memberikan dampak positif. Persentase ini terus menurun selama dua tahun berturut-turut.
Data Kehilangan Pekerjaan yang Mengerikan
Data laporan menegaskan betapa mendalamnya krisis keamanan kerja. Sebanyak 28% responden mengaku mengalami PHK dalam dua tahun terakhir. Angka tersebut bahkan meningkat hingga 33% untuk pekerja yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Selain itu, separuh responden melaporkan bahwa perusahaan tempat mereka bekerja saat ini telah melakukan PHK dalam 12 bulan terakhir. Data ini menggarisbawahi dampak PHK yang meluas dan sistemik di seluruh sektor.
Meskipun demikian, adopsi teknologi tetap terjadi. Sebanyak 36% profesional saat ini menggunakan alat AI Industri Game dalam pekerjaan mereka. Menariknya, penggunaan sangat bervariasi sesuai peran. Hanya 30% pekerja di studio pengembangan game yang menggunakan AI. Angka ini jauh berbeda dengan 58% pekerja di peran penerbitan, pemasaran, dan dukungan.