Moonton Dijual ke Arab Saudi? Nasib Mobile Legends di Ujung Tanduk!

Moonton Dijual ke Arab Saudi? Nasib Mobile Legends di Ujung Tanduk!
Sumber :
  • Moonton

GadgetIndustri game global kembali diguncang kabar besar. ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, dikabarkan tengah dalam negosiasi serius untuk menjual Moonton, studio pengembang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), kepada Savvy Games Group perusahaan game milik dana investasi pemerintah Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF).

Kode Redeem ML 12 Februari 2026: Klaim Skin Luo Yi Sekarang!

Menurut laporan eksklusif dari Reuters, nilai transaksi yang dibicarakan berkisar antara 6 hingga 7 miliar dollar AS, atau setara Rp100–117 triliun. Jika kesepakatan ini terealisasi pada awal 2026 seperti yang direncanakan, ini akan menjadi salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah industri game mobile, sekaligus menandai mundurnya ByteDance dari bisnis gaming yang pernah ia pertaruhkan besar-besaran.

Bagi lebih dari 110 juta pemain aktif bulanan MLBB di seluruh dunia termasuk jutaan di Indonesia kabar ini memicu kekhawatiran: Apa nasib Mobile Legends ke depan? Apakah turnamen MPL ID tetap berjalan? Dan bagaimana arah pengembangan game ini di bawah kepemilikan baru?

Tantang Google, ByteDance dan Alibaba Rilis AI Image Generator

Artikel ini mengupas tuntas latar belakang rencana penjualan, profil kedua perusahaan, implikasi strategis, serta dampak potensial bagi komunitas pemain dan ekosistem e-sports global.

Moonton: Studio di Balik Kesuksesan Mobile Legends

Kode Redeem ML Terbaru 11 Februari 2026, Klaim Skin & Item!

Didirikan pada 2014, Moonton adalah studio game mobile yang melesat pesat berkat keberhasilannya meluncurkan Mobile Legends: Bang Bang MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang menjadi fenomena di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Beberapa pencapaian utama Moonton:

  • 1,5+ miliar unduhan global
  • 110+ juta pengguna aktif bulanan
  • Masuk 10 besar game paling dimainkan di lebih dari 80 negara
  • Mengoperasikan kantor di Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, dan Amerika Latin
  • Mempekerjakan lebih dari 2.000 karyawan

Pada 2021, ByteDance mengakuisisi Moonton melalui unit gaming-nya, Nuverse, dengan nilai 4 miliar dollar AS (Rp67,3 triliun) langkah ambisius untuk menyaingi raksasa seperti Tencent dan NetEase di ranah game.
Namun, strategi itu tak berjalan mulus.

Mengapa ByteDance Ingin Melepas Moonton?

Sejak 2023, ByteDance telah melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi gaming-nya. Evaluasi internal menunjukkan bahwa bisnis game tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan inti perusahaan, yang masih didominasi oleh TikTok dan iklan digital.

Meski Nuverse meluncurkan beberapa judul seperti Warcraft Arclight Rumble dan Moncage, tidak ada yang mencapai skala sukses seperti MLBB. Di sisi lain, biaya operasional Moonton termasuk penyelenggaraan turnamen e-sports seperti MPL (Mobile Legends Professional League) sangat tinggi.

Dengan tekanan geopolitik, regulasi game di China, dan fokus ulang pada AI serta konten kreatif, ByteDance memilih keluar dari arena yang tidak lagi menjadi prioritas.

Melepas Moonton bukan kegagalan tapi strategi keluar yang cerdas, apalagi jika bisa menjualnya dengan keuntungan hampir dua kali lipat dari harga beli.

Savvy Games Group: Raksasa Game Baru dari Arab Saudi

Di sisi pembeli, Savvy Games Group bukan nama asing. Perusahaan ini adalah bagian dari Visi 2030 Arab Saudi, yang bertujuan mendiversifikasi ekonomi kerajaan dari minyak ke sektor teknologi dan hiburan.

Savvy Games telah melakukan serangkaian akuisisi agresif:

  • 2023: Akuisisi Scopely (pengembang Star Trek Fleet Command) senilai 4,9 miliar dollar AS
  • 2025: Scopely (anak usaha Savvy) beli divisi game Niantic (pembuat Pokémon Go) senilai 3,5 miliar dollar AS

Dengan portofolio yang terus berkembang, akuisisi Moonton akan melengkapi strategi Savvy untuk mendominasi game mobile global, khususnya di pasar non-Barat yang sedang tumbuh pesat.

Arab Saudi juga sedang gencar membangun infrastruktur e-sports, termasuk stadion, akademi, dan liga profesional. MLBB sangat cocok dengan visi tersebut terutama karena popularitasnya di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Dampak Potensial bagi Pemain dan Komunitas E-Sports

Kabar penjualan ini tentu memicu spekulasi luas di kalangan pemain. Namun, secara realistis, perubahan kepemilikan belum tentu berdampak negatif.

Kemungkinan Positif:

  • Investasi lebih besar untuk pengembangan fitur, grafis, dan server
  • Ekspansi turnamen e-sports ke wilayah baru (misalnya Eropa atau Afrika)
  • Integrasi dengan ekosistem Savvy, termasuk kolaborasi lintas-game
  • Stabilitas jangka panjang, karena Savvy punya dana tak terbatas dari PIF

Risiko yang Perlu Diwaspadai:

  • Perubahan kebijakan monetisasi (misalnya peningkatan harga skin)
  • Penyesuaian konten sesuai nilai budaya Arab Saudi (misalnya desain karakter)
  • Pemindahan kantor operasional dari Asia Tenggara ke Riyadh atau Dubai
  • Perubahan struktur MPL, termasuk format atau distribusi hadiah

Namun, mengingat MLBB adalah aset bernilai tinggi, Savvy kemungkinan besar akan mempertahankan tim lokal Moonton di Indonesia dan Singapura, yang memahami selera pemain regional.

Status Resmi: Belum Ada Konfirmasi

Hingga kini, ByteDance, Moonton, dan Savvy Games belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar akuisisi ini. Reuters menyebut bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal pada sejumlah poin kunci, dan transaksi bisa ditutup pada Q1 2026.

Jika benar, ini akan menjadi transaksi game terbesar kedua setelah Microsoft membeli Activision Blizzard senilai 69 miliar dollar AS dan yang pertama yang dipimpin oleh entitas Timur Tengah.

Kesimpulan: Era Baru Mobile Legends Dimulai

Penjualan Moonton ke Savvy Games bukan akhir melainkan awal dari babak baru dalam sejarah Mobile Legends. Di bawah naungan Arab Saudi, game ini bisa jadi lebih global, lebih profesional, dan lebih mapan secara finansial.

Bagi pemain Indonesia, satu hal yang pasti: MLBB tidak akan hilang. Justru, dengan dana segar dari PIF, kompetisi MPL, pengembangan hero baru, dan event kolaborasi bisa semakin sering dan spektakuler.

Yang perlu diawasi adalah sejauh mana otonomi kreatif Moonton dipertahankan. Karena pada akhirnya, jiwa MLBB lahir dari Asia Tenggara dan di sanalah hati komunitasnya berada.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget