Cara Membuat Meriam Raksasa di Minecraft, Auto Hancur Benteng Lawan

Meriam Raksasa di Minecraft
Sumber :
  • minecraft

Membangun meriam raksasa di dunia Minecraft bukan sekadar proyek iseng. Bagi banyak pemain, ini adalah simbol kreativitas sekaligus kekuatan. Terlebih lagi, bagi penggemar redstone dan eksperimen TNT, meriam besar bisa menjadi senjata andalan saat perang antar server, menghancurkan benteng lawan, atau sekadar unjuk kemampuan teknik di mode Creative. Namun demikian, membuatnya tidak bisa asal susun. Dibutuhkan perhitungan, struktur yang kokoh, serta timing redstone yang presisi.

Cara Cepat Jadi Pro di Minecraft Bedrock Edition Tanpa Ribet

Pertama-tama, pemain harus menyiapkan bahan utama. Obsidian menjadi fondasi terpenting karena blok ini tahan terhadap ledakan TNT. Tanpa obsidian, meriam justru akan hancur sebelum sempat digunakan. Selain itu, siapkan TNT dalam jumlah cukup, redstone dust, redstone repeater untuk pengatur jeda sinyal, serta comparator jika ingin sistem lebih kompleks. Tak kalah penting, tombol atau tuas sebagai pemicu, slab untuk mengatur aliran air, serta satu ember air. Tangga bisa ditambahkan untuk mempercantik tampilan, meskipun sifatnya opsional.

Setelah bahan tersedia, langkah berikutnya adalah membangun struktur dasar. Umumnya, meriam raksasa dibuat sepanjang delapan hingga dua belas blok dengan lebar tiga blok. Desain paling sederhana menyerupai parit memanjang. Bagian tengah dibiarkan kosong sebagai jalur TNT, sementara sisi kanan dan kiri dipagari obsidian setinggi satu blok. Bagian belakang wajib ditutup penuh agar ledakan terdorong ke arah depan, bukan menyebar ke segala arah.

Panduan Lengkap Bangun Playground di Minecraft untuk Pemula

Selanjutnya, air ditempatkan di ujung belakang jalur tersebut. Di sinilah peran air menjadi krusial. Air berfungsi menyerap sebagian besar dampak ledakan TNT pendorong sehingga struktur tidak rusak. Satu sumber air biasanya cukup, karena akan mengalir mengikuti jalur parit. Namun, pemain harus memastikan aliran tidak sampai ke ujung depan tempat TNT proyektil diletakkan. Jika terlalu jauh mengalir, slab dapat digunakan sebagai pembatas.

Memasuki tahap inti, sistem peluncur TNT mulai dirancang. Di sepanjang jalur yang terisi air, beberapa TNT diletakkan sebagai pendorong. Sementara itu, satu TNT ditempatkan di ujung paling depan tanpa air sebagai proyektil utama. Ketika TNT pendorong meledak hampir bersamaan, ledakannya akan mendorong TNT proyektil meluncur jauh sebelum akhirnya meledak. Semakin banyak TNT pendorong yang digunakan, semakin besar pula daya lontarnya. Meski begitu, penggunaan berlebihan bisa mengacaukan sistem dan justru merusak meriam.

Halaman Selanjutnya
img_title
Deretan Sistem Pertahanan Udara Iran untuk Melawan Jet Tempur Amerika