Tanpa GPU Diskrit Tapi Gahar! AMD Rilis Ryzen AI Max+ Baru untuk Laptop Tipis
- AMD
Gadget – Di ajang CES 2026, AMD mengirim sinyal kuat bahwa masa depan komputasi portabel tak lagi bergantung pada GPU diskrit. Perusahaan resmi memperluas lini Strix Halo platform andalannya untuk laptop tipis, ringan, dan mini PC berperforma tinggi dengan dua prosesor baru: Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388.
Kedua chip ini ditujukan bagi pengguna profesional, kreator konten, hingga penggemar teknologi yang menginginkan performa AI lokal dan grafis tinggi tanpa harus mengorbankan portabilitas atau mengandalkan kartu grafis terpisah. Dengan integrasi CPU, GPU, dan NPU dalam satu chip berbasis memori terpadu (unified memory), AMD menawarkan solusi all-in-one yang semakin matang untuk era on-device AI.
Artikel ini mengupas lengkap spesifikasi teknis, peningkatan utama, klaim performa AMD, perbandingan dengan kompetitor, serta strategi ekosistem di balik ekspansi Strix Halo ini.
Strix Halo: Fondasi Komputasi AI Terpadu AMD
Diluncurkan pertama kali pada 2025, Strix Halo adalah jawaban AMD terhadap permintaan pasar akan perangkat thin-and-light yang tetap mumpuni untuk beban kerja berat mulai dari rendering 3D, gaming ringan, hingga inferensi model AI lokal seperti Llama 3 atau Stable Diffusion.
Platform ini menggabungkan tiga komponen kunci dalam satu paket:
- CPU berinti banyak (hingga 16-core) berbasis arsitektur Zen 5
- GPU Radeon berbasis RDNA 3.5 dengan arsitektur grafis terbaru
- NPU (Neural Processing Unit) XDNA 2 dengan performa hingga 50 TOPS
Yang membedakan Strix Halo adalah penggunaan memori terpadu berkapasitas besar (biasanya LPDDR5X-8400 atau LPDDR5X-9600), yang dibagi bersama antara CPU, GPU, dan NPU. Sistem ini memungkinkan transfer data ultra-cepat tanpa bottleneck kunci utama untuk efisiensi AI dan grafis.
Sebelum CES 2026, lini Strix Halo mencakup tiga model:
- Ryzen AI Max+ 395 (16-core)
- Ryzen AI Max 390 (12-core)
- Ryzen AI Max 385 (8-core)
Chip-chip tersebut sudah digunakan di perangkat premium seperti HP ZBook Ultra G1a, Asus ROG Flow Z13, dan berbagai mini PC dari mitra AMD.
Ryzen AI Max+ 392 & 388: Upgrade Grafis, Performa AI Tetap Andal
AMD tidak mengubah arsitektur CPU atau NPU pada chip baru ini fokus utamanya adalah peningkatan signifikan pada GPU terintegrasi.
Spesifikasi Utama:
| Fitur | Ryzen AI Max+ 392 | Ryzen AI Max+ 388 |
| CPU | 12-core / 24-thread (Zen 5) | 8-core / 16-thread (Zen 5) |
| Boost Clock | Hingga 5.0 GHz | Tidak disebutkan, tapi diperkirakan ~4.8 GHz |
| GPU | 40 Compute Unit (CU) RDNA 3.5 | 40 Compute Unit (CU) RDNA 3.5 |
| Performa GPU | Hingga 60 TFLOPS | Hingga 60 TFLOPS |
| NPU | XDNA 2, 50 TOPS | XDNA 2, 50 TOPS |
| Memori | LPDDR5X-8400 atau 9600 (shared) | LPDDR5X-8400 atau 9600 (shared) |
Perlu dicatat: versi lama (Max 390 dan Max 385) hanya memiliki 32 CU. Dengan penambahan 8 CU ekstra, performa grafis diperkirakan naik 20–25%, menjadikan chip ini mampu menangani:
- Gaming 1080p pada pengaturan menengah-tinggi
- Rendering video 4K real-time
- Eksekusi model AI lokal dengan latensi rendah
Menurut AMD, GPU 40-CU ini “mendekati performa GPU diskrit kelas menengah generasi sebelumnya” klaim yang perlu diverifikasi, tetapi menunjukkan ambisi besar AMD dalam menghapus ketergantungan pada GPU tambahan.
AI Lokal Jadi Sorotan: AMD Klaim Kalahkan Apple M5 dan NVIDIA DGX Spark
AMD tidak ragu menonjolkan keunggulan Strix Halo dalam skenario AI. Dalam presentasinya di CES 2026, perusahaan menyebut bahwa sistem Strix Halo:
- Mengungguli NVIDIA DGX Spark dalam metrik token-per-second-per-dollar indikator efisiensi biaya untuk inferensi bahasa besar (LLM)
- Mengalahkan MacBook Pro berbasis Apple M5 dalam tes multitasking, rendering grafis, dan eksekusi AI lokal
Klaim ini menarik, mengingat Apple M5 (jika benar-benar ada di 2026) diperkirakan akan membawa NPU >60 TOPS. Namun, AMD menekankan efisiensi sistem secara keseluruhan, bukan hanya angka TOPS mentah.
“Kami tidak hanya mengukur TOPS, tapi bagaimana seluruh sistem CPU, GPU, NPU, dan memori bekerja bersama untuk menyelesaikan tugas AI nyata,” ujar juru bicara AMD.
Tentu saja, seperti biasa, data independen dari pihak ketiga (seperti Notebookcheck, AnandTech, atau Tom’s Hardware) akan diperlukan untuk memvalidasi klaim ini. Namun, jika terbukti benar, Strix Halo bisa menjadi pilihan utama bagi developer AI, peneliti, dan kreator yang ingin bekerja offline tanpa mengorbankan kecepatan.
Dukungan Ekosistem: Dari Laptop Premium hingga Mini PC
AMD mengumumkan bahwa chip Ryzen AI Max+ 392 dan 388 telah mendapat komitmen dari deretan mitra OEM terkemuka, termasuk:
- Acer
- Asus (termasuk lini ROG)
- HP
- Lenovo
- Framework
- Berbagai produsen mini PC seperti Minisforum dan Beelink
Ini menunjukkan bahwa AMD tidak hanya menargetkan niche enthusiast, tapi ingin menjadikan Strix Halo sebagai standar baru untuk perangkat profesional portabel.
Framework, misalnya, dikenal dengan laptop modularnya yang mudah diperbaiki kombinasi sempurna dengan chip yang dirancang untuk masa pakai panjang dan pembaruan perangkat lunak berkelanjutan.
Sementara itu, ASUS dan HP kemungkinan akan mengintegrasikan chip baru ini ke dalam lini laptop gaming tipis dan workstation mobile mereka menggabungkan portabilitas dengan daya komputasi AI yang jarang ditemui di kelasnya.
Mengapa Ini Penting? Masa Depan Komputasi Tanpa GPU Diskrit
Selama bertahun-tahun, GPU diskrit dianggap wajib untuk performa grafis dan AI. Namun, tren terbaru menunjukkan pergeseran:
- Apple sudah lama mengandalkan GPU dan NPU terintegrasi di chip M-series
- Qualcomm menghadirkan NPU 45 TOPS di Snapdragon X Elite
- Kini, AMD menjawab dengan 60 TFLOPS GPU + 50 TOPS NPU dalam satu APU
AMD membuktikan bahwa kemajuan arsitektur RDNA dan XDNA memungkinkan integrasi yang tidak lagi “kompromi”, tapi justru menjadi pilihan optimal untuk banyak pengguna.
Bagi konsumen, ini berarti:
- Laptop lebih tipis dan ringan (tanpa pendingin GPU besar)
- Konsumsi daya lebih hemat
- Biaya lebih rendah (tanpa komponen tambahan)
- Performa AI lokal yang andal tanpa koneksi internet
Kesimpulan: AMD Menantang Status Quo dengan Integrasi Cerdas
Dengan peluncuran Ryzen AI Max+ 392 dan 388, AMD tidak hanya memperluas lini produk ia sedang mengubah ekspektasi pasar tentang apa yang bisa dilakukan oleh prosesor terintegrasi.
Strix Halo kini bukan lagi “alternatif” untuk sistem dengan GPU diskrit, melainkan pilihan utama bagi mereka yang mengutamakan efisiensi, portabilitas, dan kemampuan AI lokal.
Jika AMD mampu mempertahankan kualitas termal dan daya pada perangkat mitra, serta didukung oleh ekosistem perangkat lunak yang matang (seperti driver Radeon AI dan framework ONNX), maka 2026 bisa menjadi tahun di mana APU benar-benar mendominasi segmen premium.
Satu hal pasti: perang chip AI belum berakhir dan AMD baru saja memperkeras pertarungan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |