ASUS: GPU Terintegrasi Segera Jadi Masa Depan Gaming Laptop

ASUS: GPU Terintegrasi Segera Jadi Masa Depan Gaming Laptop
Sumber :
  • TechRadar

Selain itu, chip seperti Snapdragon X2 Elite Extreme milik Qualcomm juga turut menunjukkan bahwa batas antara grafis terintegrasi dan dedicated semakin kabur. Teknologi iGPU sekarang mampu menawarkan frame rate yang "cukup baik" bagi banyak gamer casual.

ASUS ProArt P16 Jadi Perbincangan: Laptop Kreator Super Bertenaga yang Bikin Industri Heboh

Garis Batas Antara Gaming Dedicated dan Solusi Terintegrasi

Meskipun iGPU berkembang pesat, eksekutif ASUS tersebut mengakui bahwa masalah ini memiliki banyak nuansa rumit. Krohn menyoroti bahwa definisi "cukup baik" berbeda bagi setiap orang. Banyak pengguna yang mungkin merasa kinerja iGPU sudah memadai, tetapi standar untuk perangkat yang disebut "gaming dedicated" jauh lebih tinggi.

ASUS ROG Rilis Keyboard Gaming Super Cepat: Azoth 96 HE dan Falchion Ace ZywOo Edition dengan Polling Rate 8000Hz!

"Ekspektasi, begitu Anda menyebutnya laptop gaming, kemungkinan lebih tinggi," jelas Krohn. Pasar untuk gaming laptop kelas atas tidak akan hilang dalam waktu dekat. Para enthusiast selalu membutuhkan kartu grafis yang lebih cepat dan lebih bertenaga.

Mengapa Discrete GPU Tetap Tak Tergantikan

Lenovo Luncurkan Bellator Feng 7000, PC Gaming dengan RTX 5060 dan i5-13400F!

Kartu grafis dedicated (dGPU), yang berarti kartu grafis berdiri sendiri dengan papan ekspansi terpisah, tetap menjadi pilihan utama. Discrete GPU mampu menawarkan daya dan level performa yang jauh lebih tinggi.

Penggemar yang ingin menjalankan game 4K pada resolusi asli, tanpa bantuan trik AI dan dengan semua pengaturan visual diaktifkan, akan selalu menuntut dGPU terbaik. dGPU akan terus duduk di puncak performa, memastikan bahwa kebutuhan segmen high-end terpenuhi. Ini berarti iGPU akan melayani mayoritas, sementara dGPU melayani minoritas power user.

Implikasi Pasar dan Reaksi Konsumen Akhir

Fokus utama perbincangan ini bukan pada 'kematian' dGPU, melainkan pada titik di mana iGPU menjadi cukup baik untuk mendominasi pasar mainstream. Jumlah gamer yang akan memilih iGPU dibandingkan dGPU akan sangat dipengaruhi oleh harga dan kebutuhan aktual mereka.

Pasar akan bereaksi terhadap perubahan ini. Apabila iGPU dapat memberikan pengalaman gaming 1080p yang mulus dan konsisten, maka sebagian besar konsumen akan cenderung memilih opsi yang lebih ringkas dan mungkin lebih terjangkau. Sascha Krohn menyimpulkan bahwa meskipun kita belum sepenuhnya berada di titik tersebut hari ini, dinamika pasar menunjukkan bahwa pergeseran menuju GPU terintegrasi sebagai standar gaming laptop tinggal menunggu waktu.