Jangan Abaikan Ini 3 Tanda HP Kamu Sedang Diincar Penipu Digital
- ilustrasi
Bukan hanya itu, akun media sosial yang mendadak mengirim pesan spam ke kontak juga bisa menjadi sinyal adanya peretasan. Jika mengalami kondisi seperti ini, jangan panik. Segera ganti seluruh kata sandi akun penting dengan kombinasi yang lebih kuat. Setelah itu, aktifkan fitur verifikasi dua langkah atau two factor authentication agar keamanan lebih berlapis. Pastikan juga kamu logout dari semua perangkat yang terhubung dan segera hubungi pihak bank atau layanan terkait untuk mencegah kerugian lebih besar.
Perlu diketahui, modus scam di 2026 semakin rapi dan terlihat meyakinkan. Ada yang berbentuk undangan digital, file PDF palsu, hingga notifikasi paket pengiriman fiktif. Sekilas tampilannya tampak resmi. Namun, ketika tautan diklik, data pribadi langsung dicuri. Karena itu, biasakan untuk selalu mengecek alamat situs dan jangan mudah tergoda dengan pesan mendesak yang memancing kepanikan.
Ketiga, manfaatkan kode dial dan fitur keamanan tambahan di ponsel. Banyak pengguna belum mengetahui bahwa ada kode tertentu yang bisa digunakan untuk mengecek kondisi perangkat. Pada Android misalnya, kamu dapat mengetik *#21# di menu panggilan untuk melihat apakah ada pengalihan panggilan yang aktif tanpa izin. Jika ternyata ada pengalihan mencurigakan, kamu bisa menonaktifkannya dengan mengetik ##002#.
Di samping itu, periksa juga apakah fitur aksesibilitas aktif tanpa pernah kamu nyalakan. Fitur ini kerap dimanfaatkan malware untuk mengambil alih kendali perangkat. Selanjutnya, cek izin aplikasi yang mengakses kamera, mikrofon, atau SMS. Jika ada aplikasi tidak dikenal memiliki akses penuh, segera cabut izinnya. HP yang sering restart sendiri atau tiba-tiba panas berlebihan juga bisa menjadi indikator adanya aktivitas berbahaya di latar belakang.
Agar perlindungan semakin optimal, lakukan pembaruan sistem operasi secara rutin. Update biasanya membawa patch keamanan terbaru yang dirancang untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Meski terlihat sepele, kebiasaan menunda update justru membuka peluang risiko yang lebih besar.
Selain tiga langkah utama tadi, ada beberapa kebiasaan sederhana yang sebaiknya diterapkan. Pertama, hindari menginstal aplikasi dari luar Play Store atau App Store resmi. Kedua, jangan sembarangan menggunakan WiFi publik tanpa perlindungan tambahan seperti VPN. Ketiga, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank. Keempat, gunakan kata sandi berbeda di setiap akun agar jika satu akun bocor, akun lain tetap aman. Terakhir, lakukan pencadangan data secara berkala untuk menghindari kehilangan informasi penting.