China Prioritaskan Energi, AI, dan Kemandirian Teknologi Saat Harga Bahan Baku Naik
- fmprc.gov.cn
Bauran energi yang beragam memberi China ruang lebih luas untuk meredam tekanan. Ketika harga minyak dan bahan baku naik, negara dengan cadangan dan pasokan alternatif yang lebih kuat dapat memiliki posisi lebih aman.
Namun, China tetap tidak kebal dari dampak konflik. Kenaikan harga bahan baku dan energi dapat muncul dalam biaya produksi pabrik, sementara ekonomi global yang melemah bisa menekan permintaan terhadap barang ekspor China.
Ekspor Mulai Melambat
Data pengiriman barang menunjukkan tanda perlambatan. Ekspor tumbuh hanya 2,5 persen pada bulan lalu, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan 21,8 persen pada periode Januari hingga Februari.
Tekanan biaya juga terlihat pada data inflasi Maret. Harga di tingkat pabrik keluar dari deflasi untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun, tetapi belum ada bukti kuat bahwa konsumsi kembali pulih.
Kondisi ini membuat arah kebijakan ekonomi China semakin penting. Jika ekspor masuk ke zona negatif, dukungan tambahan dari pemerintah diperkirakan bisa muncul.
Dalam pernyataan terbaru, Politburo tetap memakai bahasa kebijakan fiskal yang “proaktif” dan kebijakan moneter yang “cukup longgar”. Pilihan kata itu mirip dengan pertemuan sebelumnya, sehingga belum mengarah pada sinyal stimulus tambahan dalam waktu dekat.
China saat ini berada di posisi yang relatif kuat, tetapi tetap menghadapi tekanan dari luar. Pertumbuhan 5 persen pada kuartal pertama memberi ruang bagi Beijing untuk bertahan, sementara fokus pada energi, AI, teknologi, dan rantai pasok lokal menjadi strategi utama menghadapi dampak perang Iran dan guncangan ekonomi global.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |