BlackBerry Tidak Benar-Benar Mati, Kini Teknologinya Ada di 275 Juta Mobil
- BlackBerry
Akuisisi itu terjadi pada masa ketika BlackBerry masih berupaya mempertahankan posisinya di industri ponsel. Saat banyak insinyur berpindah ke perusahaan induk untuk membangun sistem operasi seluler, tim QNX tetap mengembangkan software untuk mobil.
Pada awalnya, upaya tersebut tidak selalu mendapat perhatian besar. Namun, seiring berkembangnya mobil modern dan meningkatnya minat industri teknologi terhadap kendaraan pintar, QNX mulai mendapat sorotan lebih luas.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa keputusan BlackBerry mempertahankan QNX menjadi bagian penting dari kelangsungan bisnisnya.
BlackBerry Berubah, Bukan Hilang
Kisah BlackBerry menunjukkan bahwa sebuah merek teknologi bisa bertahan dengan cara yang berbeda. Perusahaan itu tidak lagi menjadi pemain utama di pasar ponsel, tetapi tidak sepenuhnya lenyap dari industri teknologi.
BlackBerry kini hidup lewat software yang bekerja di balik mobil, robot bedah, dan perangkat medis. Bagi pengguna lama, perubahan ini mungkin terasa mengejutkan karena nama BlackBerry dulu begitu kuat sebagai merek HP.
Namun, transformasi tersebut justru menjadi cara baru bagi BlackBerry untuk tetap relevan. Alih-alih kembali bersaing di pasar smartphone yang sudah berubah, perusahaan itu memperkuat perannya di sistem software yang membutuhkan keandalan tinggi.
BlackBerry mungkin tidak lagi hadir sebagai HP berkeyboard fisik di tangan banyak orang. Tetapi melalui QNX, teknologinya masih bekerja di balik layar, membantu mobil modern, perangkat medis, dan sistem penting lain berjalan lebih aman dan stabil.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |