Cara Kerja VAR di Sepak Bola: Fungsi, Aturan, Kelebihan, dan Kekurangannya
- Ilustrasi var
Perkembangan teknologi kini semakin memengaruhi dunia olahraga, termasuk sepak bola. Salah satu inovasi yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir adalah Video Assistant Referee atau yang lebih dikenal dengan singkatan VAR. Teknologi ini hadir untuk membantu wasit mengambil keputusan pada momen-momen krusial selama pertandingan sehingga hasil laga dapat berjalan lebih adil.
Meski begitu, masih banyak penggemar sepak bola yang mengira VAR merupakan pengganti wasit di lapangan. Padahal kenyataannya tidak demikian. VAR hanya berfungsi sebagai sistem pendukung yang memberikan masukan kepada wasit apabila ditemukan dugaan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama.
Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja VAR saat pertandingan berlangsung?
Pada dasarnya, setiap pertandingan yang menggunakan VAR akan diawasi oleh tim wasit video yang berada di ruang kontrol khusus. Mereka memantau pertandingan melalui puluhan kamera dengan berbagai sudut pengambilan gambar. Berkat banyaknya sudut pandang tersebut, setiap insiden dapat dianalisis secara lebih detail dibandingkan hanya mengandalkan pandangan wasit di lapangan.
Proses penggunaan VAR dimulai ketika terjadi sebuah insiden yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan. Misalnya, terdapat dugaan pelanggaran di kotak penalti, gol yang dicetak pemain, kemungkinan offside, hingga pelanggaran keras yang berpotensi menghasilkan kartu merah langsung.
Setelah insiden terjadi, tim VAR segera memeriksa tayangan ulang dari berbagai kamera. Dalam ruang kontrol tersebut biasanya terdapat beberapa petugas yang memiliki tugas berbeda. Ada Video Assistant Referee sebagai pengawas utama, Assistant Video Assistant Referee atau AVAR yang membantu proses pemeriksaan, serta operator tayangan ulang yang bertugas memilih sudut kamera terbaik agar insiden dapat dianalisis secara akurat.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi adanya kesalahan yang jelas, tim VAR akan menghubungi wasit utama melalui perangkat komunikasi yang terpasang di headset. Tim VAR kemudian memberikan informasi mengenai insiden yang perlu ditinjau kembali.
Sebagai contoh, apabila sebelum sebuah gol tercipta ternyata terdapat dugaan handball atau offside, maka tim VAR akan meminta wasit melakukan pemeriksaan ulang. Namun apabila hasil tayangan menunjukkan keputusan awal sudah benar, pertandingan akan tetap dilanjutkan tanpa perubahan.