Cara Kerja VAR di Sepak Bola: Fungsi, Aturan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Cara Kerja VAR
Sumber :
  • Ilustrasi var

Perkembangan teknologi kini semakin memengaruhi dunia olahraga, termasuk sepak bola. Salah satu inovasi yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa tahun terakhir adalah Video Assistant Referee atau yang lebih dikenal dengan singkatan VAR. Teknologi ini hadir untuk membantu wasit mengambil keputusan pada momen-momen krusial selama pertandingan sehingga hasil laga dapat berjalan lebih adil.

img_title Seperti HP! Bola Piala Dunia 2026 Wajib Dicharge Sebelum Pertandingan

Meski begitu, masih banyak penggemar sepak bola yang mengira VAR merupakan pengganti wasit di lapangan. Padahal kenyataannya tidak demikian. VAR hanya berfungsi sebagai sistem pendukung yang memberikan masukan kepada wasit apabila ditemukan dugaan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja VAR saat pertandingan berlangsung?

img_title Cara Nonton Man City vs Brentford: Link Live Stream & Jadwal

Pada dasarnya, setiap pertandingan yang menggunakan VAR akan diawasi oleh tim wasit video yang berada di ruang kontrol khusus. Mereka memantau pertandingan melalui puluhan kamera dengan berbagai sudut pengambilan gambar. Berkat banyaknya sudut pandang tersebut, setiap insiden dapat dianalisis secara lebih detail dibandingkan hanya mengandalkan pandangan wasit di lapangan.

Proses penggunaan VAR dimulai ketika terjadi sebuah insiden yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan. Misalnya, terdapat dugaan pelanggaran di kotak penalti, gol yang dicetak pemain, kemungkinan offside, hingga pelanggaran keras yang berpotensi menghasilkan kartu merah langsung.

img_title Segera Upgrade! 6 Rekomendasi TV Digital Murah untuk Piala Dunia 2026

Setelah insiden terjadi, tim VAR segera memeriksa tayangan ulang dari berbagai kamera. Dalam ruang kontrol tersebut biasanya terdapat beberapa petugas yang memiliki tugas berbeda. Ada Video Assistant Referee sebagai pengawas utama, Assistant Video Assistant Referee atau AVAR yang membantu proses pemeriksaan, serta operator tayangan ulang yang bertugas memilih sudut kamera terbaik agar insiden dapat dianalisis secara akurat.

Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan indikasi adanya kesalahan yang jelas, tim VAR akan menghubungi wasit utama melalui perangkat komunikasi yang terpasang di headset. Tim VAR kemudian memberikan informasi mengenai insiden yang perlu ditinjau kembali.

Sebagai contoh, apabila sebelum sebuah gol tercipta ternyata terdapat dugaan handball atau offside, maka tim VAR akan meminta wasit melakukan pemeriksaan ulang. Namun apabila hasil tayangan menunjukkan keputusan awal sudah benar, pertandingan akan tetap dilanjutkan tanpa perubahan.

Selanjutnya, wasit memiliki dua pilihan dalam mengambil keputusan. Untuk keputusan yang bersifat objektif, seperti posisi offside yang dapat diukur menggunakan teknologi garis virtual, wasit dapat langsung menerima rekomendasi dari VAR tanpa perlu melihat monitor.

Sebaliknya, jika insiden bersifat subjektif, misalnya pelanggaran keras, handball, atau kontak fisik di kotak penalti, maka wasit biasanya akan menuju monitor yang berada di tepi lapangan. Proses ini dikenal sebagai On-Field Review atau OFR. Di sana, wasit melihat ulang tayangan dari berbagai sudut sebelum menentukan keputusan akhir.

Setelah proses pemeriksaan selesai, wasit akan memberikan isyarat berbentuk kotak menggunakan kedua tangannya sebagai tanda bahwa keputusan diambil melalui bantuan VAR. Setelah itu pertandingan kembali dilanjutkan sesuai keputusan yang telah ditetapkan.

Meski terlihat sederhana, sebenarnya VAR hanya boleh digunakan dalam empat situasi penting sesuai ketentuan FIFA. Pertama adalah proses terciptanya gol, termasuk kemungkinan offside atau pelanggaran sebelum gol terjadi. Kedua, penentuan penalti apabila terdapat dugaan pelanggaran di dalam kotak terlarang.

Ketiga, VAR dapat digunakan untuk mengevaluasi pelanggaran yang berpotensi menghasilkan kartu merah langsung. Sementara yang terakhir adalah membantu wasit apabila terjadi kesalahan identitas pemain, misalnya kartu kuning atau kartu merah diberikan kepada pemain yang salah.

Sebagai ilustrasi, seorang penyerang berhasil mencetak gol setelah menerima umpan terobosan. Wasit sempat mengesahkan gol tersebut. Namun beberapa detik kemudian, tim VAR melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa posisi penyerang berada sedikit di depan bek terakhir saat bola diumpankan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, gol akhirnya dianulir karena offside.

Contoh lain terjadi ketika seorang bek menarik kaus lawan di dalam kotak penalti. Awalnya wasit tidak melihat kejadian tersebut sehingga pertandingan tetap berjalan. Akan tetapi, setelah tim VAR memeriksa rekaman video dari berbagai sudut kamera, pelanggaran itu terlihat jelas. Wasit kemudian diminta melakukan On-Field Review sebelum akhirnya memutuskan memberikan hadiah tendangan penalti.

Kehadiran VAR memang membawa banyak manfaat bagi dunia sepak bola. Salah satunya adalah mengurangi kesalahan besar yang dapat mengubah hasil pertandingan. Selain itu, keputusan mengenai offside menjadi jauh lebih akurat karena dibantu teknologi garis virtual yang mampu mendeteksi posisi pemain dengan tingkat presisi tinggi.

Di sisi lain, penggunaan VAR juga meningkatkan rasa keadilan, terutama pada pertandingan penting seperti kompetisi internasional maupun laga penentuan gelar juara. Tim yang dirugikan akibat kesalahan wasit kini memiliki peluang lebih besar mendapatkan keputusan yang sesuai dengan aturan permainan.

Meski demikian, penggunaan VAR tidak lepas dari kritik. Salah satu kelemahannya adalah proses pemeriksaan yang terkadang memakan waktu cukup lama sehingga ritme pertandingan menjadi terhenti. Selain itu, beberapa keputusan tetap bergantung pada interpretasi wasit. Akibatnya, meskipun telah menggunakan tayangan ulang, hasil akhirnya masih dapat memunculkan perdebatan di kalangan pemain, pelatih, maupun suporter.

Dalam turnamen besar seperti Piala Dunia, teknologi VAR bahkan telah dipadukan dengan Semi-Automated Offside Technology atau SAOT. Sistem ini memanfaatkan kamera berkecepatan tinggi serta sensor yang tertanam di dalam bola untuk mendeteksi posisi pemain secara otomatis. Berkat teknologi tersebut, proses penentuan offside menjadi jauh lebih cepat sekaligus lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya.

Secara keseluruhan, VAR merupakan salah satu inovasi paling penting dalam perkembangan sepak bola modern. Sistem ini bukan bertujuan menggantikan peran wasit di lapangan, melainkan menjadi alat bantu agar keputusan yang diambil semakin tepat. Mulai dari proses terciptanya gol, pemberian penalti, kartu merah langsung, hingga kesalahan identitas pemain, seluruhnya dapat ditinjau kembali melalui tayangan video.

Dengan dukungan teknologi yang terus berkembang, kualitas kepemimpinan wasit diharapkan semakin baik. Meskipun masih menimbulkan pro dan kontra, kehadiran VAR telah menjadi bagian penting dalam menciptakan pertandingan sepak bola yang lebih adil, transparan, dan minim kesalahan.