Video Anggota DPR Terima Amplop Coklat dari Pertamina Viral, Ini Fakta dan Klarifikasinya
- Twitter/Zulkiflilubis69
4. Penjelasan Langsung dari Herman Khaeron: "Itu Uang Perjalanan Dinas Saya"
Herman Khaeron sendiri juga angkat bicara. Ia membenarkan bahwa amplop coklat tersebut adalah uang perjalanan dinas yang seharusnya ia terima sebelumnya.
"Saya memang belum sempat mengambil SPPD karena kesibukan lain, termasuk tugas sebagai pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN)," ujar Herman.
Herman menyayangkan tudingan tidak berdasar yang disebarkan netizen tanpa klarifikasi.
"Itu fitnah keji. Tidak ada pikiran macam-macam ketika saya menerima hak saya, SPPD tersebut," tegasnya.
5. Penelusuran Video: Ada Ketidaksesuaian Narasi
Jika ditelusuri secara cermat, video yang viral tersebut juga tidak mendukung narasi suap yang dibangun.
Dalam video, orang yang memberikan amplop dan orang yang menerima sama-sama mengenakan kemeja hijau, namun ada perbedaan mencolok:
- Satu orang mengenakan kemeja lengan panjang.
- Satu lagi mengenakan kemeja lengan pendek.
Hal ini memperkuat argumen bahwa tidak ada transaksi mencurigakan, melainkan hanya penyerahan administratif biasa (SPPD) yang terjadi saat rapat berlangsung.
6. Kesimpulan: Video Amplop Coklat Bukan Suap, Tapi Uang Perjalanan Dinas
Berdasarkan klarifikasi dari pimpinan Komisi VI DPR dan penjelasan langsung Herman Khaeron, amplop coklat dalam video viral itu adalah uang SPPD, bukan suap atau sogokan dari Pertamina.
Narasi yang berkembang di media sosial adalah keliru dan menyesatkan.
Kesimpulan Utama:
- Amplop coklat yang diterima anggota DPR adalah uang perjalanan dinas (SPPD).
- Bukan bentuk sogokan atau suap dari Pertamina.
- Narasi yang berkembang di media sosial adalah hoaks.
FAQ Seputar Video Viral DPR Terima Amplop Coklat
1. Apakah benar amplop coklat dalam video adalah uang suap dari Pertamina?
- Tidak. Itu adalah uang SPPD (uang perjalanan dinas) anggota DPR RI.
2. Siapa anggota DPR yang menerima amplop coklat tersebut?
- Herman Khaeron, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Demokrat.
3. Mengapa amplop diterima saat rapat berlangsung?
- Karena sebelumnya Herman Khaeron belum sempat mengambil SPPD yang menjadi haknya.
4. Apakah pimpinan DPR mengetahui dan membenarkan hal tersebut?
- Ya, pimpinan Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, membenarkan bahwa amplop tersebut adalah uang SPPD.