Bikin Merinding! Terungkap Modus Licik Predator Seks Jepara yang Jerat 31 Korban

Terungkap! Modus Licik Predator Seks Jepara yang Jerat 31 Korban
Sumber :
  • Photo by Joglo News

Gadget –  Seorang predator seks berinisial S (21) dari Jepara berhasil menjerat 31 korban anak di bawah umur dengan modus licik menggunakan foto pria tampan di media sosial.

Apple Dominasi Pasar Smartphone 2025: Raih 20% Pangsa Global

Aksi bejat ini terungkap setelah salah satu orang tua korban menemukan percakapan mencurigakan di ponsel anaknya.

Bagaimana Predator Ini Beraksi?

Resmi: Google Gemini Akan Mendukung Transformasi Besar Siri Apple

Kasus ini dimulai sejak November 2024, ketika pelaku memanfaatkan fitur pencarian teman di aplikasi Telegram. Menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, pelaku menggunakan foto orang lain yang tampak "good looking" untuk menarik perhatian calon korban.

"Tersangka menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan korbannya. Aplikasi yang digunakan pertama kali adalah Telegram karena ada fitur cari kawan. Dia menjaring korban anak-anak di bawah umur, perempuan, dengan foto palsu yang lebih cakep," kata Artanto.

FSR Redstone AMD Diuji: Kualitas Gambar Meningkat, Tapi 'Frame Pacing' Jadi Masalah Utama

Setelah korban tertarik, pelaku mengarahkan komunikasi ke WhatsApp. Di sini, dia mulai meminta korban mengirim foto setengah telanjang atau bahkan telanjang sepenuhnya. Pelaku memanfaatkan fitur "sekali lihat" di WhatsApp untuk merekam foto tersebut tanpa sepengetahuan korban.

Ancaman yang Membuat Korban Tak Berdaya

Foto-foto tersebut kemudian digunakan sebagai alat ancaman. Pelaku memaksa korban membuat video mesum sesuai perintahnya. Jika korban menolak, pelaku mengancam akan menyebarkan foto mereka ke teman-teman korban.

"Konten itu digunakan pelaku untuk mengancam korban agar membuat konten-konten sesuai perintah. Saat korban tidak mau, akan diancam disebar. Korban kan anak-anak, takut, jadi mengikuti perintah tersangka," jelas Artanto.

Pelaku juga memiliki beberapa akun WhatsApp dengan nama berbeda untuk meningkatkan tekanan psikologis. Dia menghubungi korban dari nomor lain dan mengaku telah menerima foto dari S, membuat korban yakin bahwa fotonya benar-benar tersebar jika mereka tidak patuh.

Dampak Psikologis Korban

Aksi pelaku ini tidak hanya merusak fisik korban, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam. Salah satu korban bahkan dilaporkan mencoba bunuh diri karena terus-menerus diancam.

"Imbauan pada orang tua supaya ingatkan kembali anak-anaknya. Hati-hati di medsos, cari kawan di medsos, orang tua cek handphone anaknya, adakah pornografi atau hal-hal yang sifatnya emosional," tegas Artanto.

Halaman Selanjutnya
img_title