Negara-Negara Teluk yang Jalin Hubungan dengan Israel: Mana yang Sudah Resmi, Mana yang Masih Ragu?
- lifeworks
Meskipun belum ada kesepakatan formal, banyak pihak meyakini bahwa Arab Saudi bisa menjadi kunci penting dalam membuka jalan normalisasi lebih luas di kawasan Arab.
4. Qatar: Masih Menjaga Jarak, Fokus Jadi Mediator
Sementara itu, Qatar memilih untuk tidak menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Negara kecil namun kaya ini memang dikenal lebih berhati-hati, terutama karena posisinya sebagai mediator dalam konflik Israel–Palestina dan Israel–Hamas.
Meski demikian, Qatar pernah memiliki kantor perdagangan Israel di Doha, yang beroperasi hingga tahun 2009 sebelum ditutup. Kini, Qatar lebih berfokus pada perannya sebagai fasilitator dialog dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Dengan kata lain, hubungan Qatar dengan Israel masih berada di tahap pragmatis, belum mencapai tingkat formal seperti UEA atau Bahrain.
5. Kuwait & Oman: Tetap Dukung Palestina, Tapi Ada Nuansa Berbeda
Kuwait: Tegas Menolak Normalisasi
Kuwait sejauh ini menjadi negara Teluk yang paling keras menolak normalisasi dengan Israel. Pemerintah dan parlemen Kuwait tetap konsisten mendukung perjuangan Palestina dan mengecam langkah negara-negara Arab yang menjalin hubungan dengan Israel.
Kebijakan ini juga tercermin dalam aturan hukum mereka, yang melarang warganya melakukan interaksi atau transaksi dengan entitas Israel.
Oman: Terbuka Tapi Belum Resmi
Di sisi lain, Oman menunjukkan sikap yang lebih moderat. Pada 2018, Perdana Menteri Israel saat itu, Benjamin Netanyahu, sempat mengunjungi Oman dan bertemu dengan Sultan Qaboos. Meski belum menormalisasi hubungan secara resmi, langkah ini menjadi sinyal bahwa Oman cukup terbuka terhadap Israel.
Namun, hingga kini belum ada kesepakatan formal atau pembukaan hubungan diplomatik.
Kesimpulan: Siapa Saja yang Sudah Resmi?
Dari semua negara Teluk, baru Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang telah menormalisasi hubungan resmidengan Israel. Keduanya menjadi pelopor dalam perubahan besar di kawasan Arab terkait hubungan dengan negara Yahudi tersebut.
Sementara itu:
Arab Saudi menunjukkan tanda keterbukaan,
Qatar memilih jalur diplomasi tidak resmi,
Oman terbuka tapi belum resmi,
dan Kuwait tetap menolak normalisasi secara tegas.
Ke depan, hubungan Israel dengan negara-negara Teluk diprediksi akan terus berkembang, tergantung pada dinamika politik kawasan dan perkembangan konflik Palestina–Israel.