Menelusui Pemimpin Kekaisaran Ottoman yang Terkenal Keji dan Tidak Pandang Bulu

Menelusui Pemimpin Kekaisaran Ottoman yang Terkenal Keji dan Tidak Pandang Bulu
Sumber :
  • Fausto Zonaro

Gadget – Ketika melihat ke belakang sejarah, Kekaisaran Ottoman memunculkan wadah multikultural yang megah di panggung dunia. Wilayah kekuasaannya yang luas membentang dari barat laut Afrika hingga Teluk Persia, serta dari Laut Merah hingga Budapest.

5 Legenda Sepak Bola Dunia yang Paling Mencengangkan Sepanjang Sejarah

Mulai dari tahun 1299 hingga puncak kejayaannya berakhir pada tanggal 1 November 1922, sultan-sultan memerintah dengan tangan besi. Di antara mereka ada yang dihormati sebagai pemimpin yang mendukung seni, ilmu pengetahuan, dan reformasi.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa di antara para penguasa tersebut, ada yang meninggalkan jejak kelam dengan kekejaman dan ketidakberpihakan yang tak terkalahkan. Kisah tujuh sultan yang paling dikenal karena kekejamannya dapat ditemukan di sini.

Australia Resmi Akui Palestina: Dunia Kaget, Israel Kena Tekanan Baru!

Mehmed II

Mehmed II, atau yang lebih dikenal sebagai Mehmed sang Penakluk, adalah sosok yang menjabat sebagai sultan Kekaisaran Ottoman dua kali.

Calvin Verdonk Resmi Gabung Lille, Pecahkan Rekor untuk Sepak Bola Indonesia

Dia adalah seorang negarawan ulung yang mahir dalam lima bahasa. Namun, sebagai pemimpin, Mehmed menetapkan standar pemerintahan despotik yang kejam.

Tidak ada belas kasihan dalam hatinya; dia bahkan makan sendirian dan memperlakukan para pejabatnya seperti budak.

Sejarah mencatat bahwa dia secara tiba-tiba memenggal dua wazir agung tanpa alasan yang jelas. Bahkan, lima menit setelah naik takhta, dia memerintahkan pembunuhan adik bayinya yang masih bayi, sesuai kebiasaan pembunuhan saudara yang dilakukan oleh sultan-sultan sebelumnya.

Ketika merebut Konstantinopel pada usia 21 tahun, Mehmed membiarkan pasukannya menjarah kota dan merampok harta serta menghina penduduknya.

Dia juga terkenal karena kebiasaannya yang ekstrem; misalnya, ketika melihat satu melon hilang, dia dengan cepat menyalahkan 14 stafnya, memerintahkan agar mereka diiris untuk mencari pelakunya.

Selim I, sang malaikat maut

Sultan Selim I dikenal sebagai penakluk yang berhasil memperluas wilayah kekuasaan Kekaisaran Ottoman hingga 70%. Dia adalah sosok yang senang membaca dan sering terlibat dalam diskusi ilmiah, namun juga memiliki sisi gelap yang menakutkan.

Julukan "si Suram" melekat padanya karena kekejamannya. Dia terkenal karena kebiasaannya yang brutal dalam memperdaya dan membunuh pejabat-pejabatnya. Bahkan, terkadang dia sendiri yang melakukan eksekusi.

Selim meninggalkan jejak darah dengan pembantaian ribuan orang, seperti pada tahun 1514 ketika lebih dari 50.000 penduduk Kairo dibantai. Julukan "si Suram" semakin menancap setelah eksekusi lima keponakannya dan dua saudaranya yang masih muda.

Halaman Selanjutnya
img_title