Aplikasi ‘Text with Jesus’ Viral! Benarkah AI Bisa Gantikan Tuhan?

AI Ciptakan Yesus Virtual
Sumber :
  • ilustrasi

Meski demikian, Cooper tidak berniat mengulang eksperimen itu. “Saya senang kami pernah mencobanya, tapi AI tidak bisa menggantikan semangat dan hati manusia dalam pelayanan,” ujarnya.

PHK Pinterest: 15% Karyawan Terdampak, Fokus Penuh ke AI

Teknologi dan Spiritualitas: Jalan Panjang ke Depan

4 Pilar Kunci Transformasi Digital Indonesia 2026

Fenomena AI keagamaan kini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Aplikasi seperti “Text with Jesus” dan “AI Buddha” telah diunduh jutaan kali. Namun, sebagian besar pengguna enggan mengakuinya secara terbuka karena takut disalahpahami oleh komunitas religius mereka.

Bagi sebagian orang, teknologi ini hanyalah alat bantu — bukan pengganti. Namun bagi yang lain, ini adalah pintu masuk menuju refleksi baru tentang makna iman di era digital. Stephane Peter menegaskan bahwa AI tidak seharusnya dilihat sebagai ancaman, melainkan sebagai alat edukatif yang memperluas akses terhadap ajaran spiritual. “Teknologi hanyalah cermin dari pencarian manusia terhadap makna,” katanya.

Lonjakan Besar: 65% Perusahaan Jasa Keuangan Adopsi AI

Seiring perkembangan zaman, dunia tampaknya akan terus mencari keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai keagamaan. Di tengah perubahan besar ini, pertanyaan utamanya bukanlah apakah AI bisa meniru Tuhan, melainkan apakah manusia bisa tetap menjaga kedalaman iman di tengah gempuran inovasi digital.