Dua Tahun Perang Gaza: 1.150 Tentara Israel Tewas, Separuh Masih Anak Muda!

1.150 Tentara Israel Tewas, Separuh Masih Belia
Sumber :
  • idk

Di sisi lain, Hamas dikabarkan telah menyetujui proposal gencatan senjata yang diajukannya sendiri pekan lalu. Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan seluruh sandera Israel yang masih ditahan di Gaza. Namun, hingga kini belum ada tanda bahwa pemerintah Israel akan menindaklanjuti tawaran itu.

Hotel Jepang Tolak Reservasi Warga Israel, Isu Palestina Jadi Sorotan

Situasi di lapangan semakin rumit dengan munculnya laporan bahwa beberapa tentara Israel tewas akibat serangan RPG (peluncur granat roket) saat berusaha berlindung di dalam tank. Insiden ini memperkuat anggapan bahwa Hamas masih memiliki kemampuan tempur signifikan, meski sebagian besar infrastrukturnya telah hancur akibat serangan udara Israel.

Kematian ratusan tentara muda juga menimbulkan dampak besar di dalam negeri. Banyak keluarga di Israel kini mempertanyakan strategi militer pemerintah. Kritik mulai bermunculan, terutama terhadap keputusan memperluas operasi darat yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah korban yang terus bertambah.

AS Dituding Ingin Kuasai Minyak Venezuela, Karakas Akan Melawan

Media lokal Israel melaporkan bahwa suasana duka masih menyelimuti banyak kota kecil tempat para prajurit muda itu berasal. Upacara pemakaman dilakukan hampir setiap hari di berbagai pangkalan militer dan sinagoga. Foto-foto mereka yang masih mengenakan seragam sekolah menengah kerap menjadi viral di media sosial, menggambarkan betapa muda usia mereka ketika gugur di medan perang.

Beberapa analis politik di Tel Aviv menilai bahwa konflik Gaza telah menjadi ujian terbesar bagi pemerintahan Israel dalam dua dekade terakhir. Selain menimbulkan tekanan militer, perang ini juga memecah opini publik antara mereka yang mendukung tindakan keras terhadap Hamas dan kelompok yang menuntut solusi diplomatik segera.

Israel Terus Langgar Gencatan Senjata Gaza, Langkah Netanyahu Dinilai Mempermalukan Trump

Di sisi lain, komunitas internasional terus menyoroti dampak kemanusiaan perang tersebut. Organisasi seperti PBB, WHO, dan UNICEF telah berulang kali menyerukan gencatan senjata permanen serta pembukaan jalur bantuan kemanusiaan yang aman. Namun, situasi di lapangan tetap genting karena serangan balasan masih terus terjadi.

Dalam dua tahun terakhir, perang Gaza telah menciptakan lingkaran kekerasan yang tampaknya sulit diputus. Setiap gencatan senjata sementara selalu berakhir dengan pelanggaran dari kedua belah pihak. Hingga kini, baik Israel maupun Hamas belum menunjukkan komitmen penuh terhadap perdamaian jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title