Waspada, Gen Z! Terlalu Sering Ngopi dan Makan Seblak Bisa Bikin Kamu Kena Anemia

Waspada, Gen Z! Terlalu Sering Ngopi dan Makan Seblak
Sumber :
  • lifeworks

Makanan Pedas Seperti Seblak Juga Bisa Picu Anemia

Panduan Lengkap Membuka dan Mengganti Baju di Sakura School Simulator dengan Mudah

Tidak hanya kopi dan matcha, ternyata hobi makan seblak pedas juga bisa meningkatkan risiko anemia. Menurut dr. Rovy, makanan dengan tingkat kepedasan tinggi dapat menyebabkan iritasi dan luka pada lambung. Luka kecil yang terjadi bisa menimbulkan pendarahan halus dan berkelanjutan tanpa disadari.

“Pendarahan di lambung inilah yang sering kali menyebabkan seseorang mengalami anemia tanpa sadar,” jelasnya.

Rahasia Baterai LiFePO₄ Bisa Awet hingga 10 Tahun

Kebiasaan ini semakin mengkhawatirkan jika dikaitkan dengan data dari Riskesdas 2018. Dalam survei tersebut, prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi, terutama pada perempuan usia 15–24 tahun yang mencapai 32 persen. Sementara itu, hampir setengah dari ibu hamil di Indonesia, yakni 48,9 persen, juga mengalami anemia.

Angka tersebut menunjukkan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan yang nyata, khususnya di kalangan perempuan muda.

Panduan Genshin Impact 2025: Tips Dari Pemula Sampai Jadi Pro

Pentingnya Mencukupi Asupan Zat Besi

Untuk mencegah anemia, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kebutuhan zat besi harian terpenuhi. Berdasarkan penjelasan dr. Rovy, kebutuhan zat besi berbeda-beda tergantung usia dan kondisi tubuh:

  • Remaja perempuan: 15 mg per hari

  • Wanita dewasa: 18 mg per hari

  • Ibu hamil: 27 mg per hari

  • Pria dewasa: 8 mg per hari

Asupan ini bisa diperoleh dari makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, kacang-kacangan, dan telur. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk atau tomat bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Namun, bagi sebagian orang, asupan dari makanan saja belum cukup. Suplemen zat besi menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan harian, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat atau sedang dalam masa menstruasi.

Solusi Baru: Suplemen Zat Besi Rasa Gummy

Sayangnya, banyak anak muda enggan mengonsumsi suplemen zat besi karena rasanya yang tidak enak dan meninggalkan sensasi logam di mulut. Hal inilah yang sering membuat Gen Z malas minum vitamin atau penambah darah.

“Banyak yang tidak suka suplemen zat besi konvensional karena rasanya kurang nyaman di lidah,” kata Adelia Theresia, Head of Vitamin Category Kalbe Consumer Health.

Halaman Selanjutnya
img_title