5 Kandidat Pelatih Dunia Pengganti Kluivert di Timnas Indonesia, Jesus Casas Paling Realistis
- x.com
Gadget – Kegagalan Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia membuat masa depan Patrick Kluivert sebagai pelatih utama berada di ujung tanduk. Tekanan dari publik dan desakan untuk melakukan evaluasi besar pun mulai bermunculan.
Jika PSSI memutuskan untuk mencari pengganti, ada sejumlah nama pelatih dunia yang dinilai memiliki pengalaman, reputasi, dan pemahaman terhadap sepak bola Asia, termasuk gaya bermain Timnas Indonesia. Berikut lima sosok yang layak dipertimbangkan.
1. Jesus Casas – Paling Paham Lawan Garuda
Nama Jesus Casas menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Patrick Kluivert. Pelatih asal Spanyol ini terakhir kali menukangi Timnas Irak sebelum dipecat pada Mei 2025. Meski begitu, rekam jejaknya selama dua tahun di Timur Tengah cukup solid, termasuk keberhasilan membawa Irak tampil konsisten di Kualifikasi Piala Dunia.
Casas bukan sosok asing bagi Timnas Indonesia. Ia telah tiga kali berhadapan dengan Skuad Garuda sepanjang 2023 hingga 2024, membuatnya memahami karakter permainan Indonesia secara mendalam. Pengalamannya menghadapi Asnawi Mangkualam dan rekan-rekan bisa menjadi modal besar jika dipercaya menukangi Garuda.
Selain itu, pendekatan taktiknya yang berbasis penguasaan bola dan transisi cepat dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia yang memiliki kecepatan dan mobilitas tinggi.
2. Bernardo Tavares – Ahli Kembangkan Talenta Muda
Bernardo Tavares juga patut diperhitungkan. Pelatih asal Portugal ini masih menganggur setelah berpisah dengan PSM Makassar. Selama empat musim di Indonesia, Tavares dikenal sebagai sosok yang disiplin, keras, namun sangat piawai dalam membentuk karakter pemain muda.
Di bawah asuhannya, banyak talenta lokal seperti Ramadhan Sananta dan Yakob Sayuri berkembang pesat. Tavares juga sempat menjadi bagian dari staf pelatih legendaris Jose Mourinho, menambah kredibilitasnya sebagai sosok dengan wawasan taktik Eropa.
Kelemahannya, gaya bermain Tavares cenderung pragmatis dan lebih mengutamakan hasil akhir ketimbang permainan atraktif. Meski begitu, ia tetap menjadi opsi logis jika PSSI ingin pelatih yang sudah beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
3. Luis Milla – Familiar dengan Kultur Garuda
Luis Milla menjadi nama yang selalu muncul setiap kali Timnas Indonesia butuh pelatih baru. Eks gelandang Real Madrid dan Barcelona ini pernah menukangi Timnas Garuda pada 2017 hingga 2018, dengan warisan gaya main menyerang yang masih diingat hingga kini.
Meski terakhir kali melatih Persib Bandung pada 2023, Milla disebut masih membuka peluang kembali ke Asia Tenggara. Ia juga sempat masuk radar PSSI sebelum akhirnya jabatan pelatih kepala jatuh ke tangan Shin Tae-yong pada 2019.
Selain pengalamannya, Milla dikenal memiliki kemampuan membangun tim dengan fondasi taktik modern. Kehadirannya bisa mengembalikan identitas permainan menyerang yang sempat hilang di era Kluivert.
4. Jan Olde Riekerink – Opsi Berpengalaman di Liga Lokal
Pelatih asal Belanda ini kini masih terikat kontrak dengan Dewa United di Liga 1 Indonesia. Namun, pengalaman Jan Olde Riekerink di Eropa bersama tim-tim seperti Ajax Amsterdam, Galatasaray, dan SC Heerenveen menjadikannya kandidat dengan profil kuat.
Riekerink dikenal dengan filosofi permainan berbasis umpan pendek dan posisi bola, yang bisa cocok dengan kultur sepak bola modern. Adaptasinya di Indonesia pun terbilang cepat. Beberapa pemain seperti Ricky Kambuaya, Stefano Lilipaly, hingga Egy Maulana Vikri sudah paham cara kerja dan gaya mainnya.
Dengan kedekatan itu, Riekerink bisa menjadi opsi transisi yang halus jika PSSI ingin pelatih asing dengan pemahaman mendalam terhadap sepak bola nasional.
5. Alex Pastoor – Penerus Alami dari Internal Timnas
Alex Pastoor, asisten pelatih Patrick Kluivert di Timnas Indonesia, juga layak masuk radar. Sosok asal Belanda ini disebut-sebut sebagai “otak taktik” di balik beberapa strategi Garuda dalam laga kualifikasi.
Jika PSSI ingin menjaga kesinambungan proyek Kluivert tanpa mengganti seluruh tim pelatih, Pastoor bisa menjadi pilihan aman. Ia sudah mengenal karakter pemain, memahami kelemahan tim, dan memiliki hubungan baik dengan mayoritas skuad.
Selain itu, pengalaman Pastoor melatih di Eredivisie dan perannya di klub-klub Eropa seperti Almere City FC menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih kepala yang mumpuni.
Dari lima nama tersebut, Jesus Casas tampak menjadi kandidat paling realistis. Ia memiliki rekam jejak menghadapi Indonesia, pengalaman di kancah internasional, dan belum terikat dengan klub atau federasi mana pun.
Sementara Bernardo Tavares dan Luis Milla punya keunggulan dalam hal adaptasi, Jan Olde Riekerink membawa pengalaman panjang di Eropa, dan Alex Pastoor memberi opsi kontinuitas dalam struktur tim nasional.
Kini, keputusan ada di tangan PSSI dan Direktur Teknik Alexander Zwiers: apakah tetap memberi kesempatan pada Kluivert, atau memilih satu dari lima sosok di atas untuk membawa Timnas Indonesia ke arah baru.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |