Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia, Patrick Kluivert Malah Dilirik Timnas Belanda! Balas Dendam Sang Legenda?

Patrick Kluivert
Sumber :
  • tvonenews.com

Rumor panas tengah mengguncang dunia sepak bola internasional. Patrick Kluivert, pelatih yang baru saja gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, kini dikabarkan menjadi kandidat kuat pelatih baru Timnas Belanda. Kabar ini sontak menjadi perbincangan hangat, terutama karena waktunya yang bertepatan dengan evaluasi besar-besaran terhadap performa Kluivert di Indonesia.

John Herdman Punya Opsi Baru, 3 Striker Naturalisasi Siap Perkuat Timnas Indonesia

Isu ini pertama kali mencuat di media-media Eropa setelah sejumlah jurnalis olahraga menyebut nama Kluivert sebagai calon pengganti Ronald Koeman di kursi pelatih Timnas Belanda. Menariknya, rumor itu muncul hanya beberapa hari setelah Indonesia dipastikan tersingkir dari babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari federasi sepak bola Belanda (KNVB), reaksi publik dan keluarga Kluivert sudah bermunculan. Justin Kluivert, putra Patrick yang kini bermain untuk klub Inggris Bournemouth, justru terlihat antusias mendengar kabar tersebut. Dalam wawancaranya dengan ESPN NL, ia berkata, “Saya suka itu. Akan bagus kalau ayah melatih Timnas Belanda.” Ucapan singkat ini seolah membuka pintu kemungkinan besar bagi sang ayah untuk kembali ke negaranya sebagai pelatih kepala.

Cara Melakukan Plesing di PES PS3 untuk Ciptakan Gol Indah

Performa Ronald Koeman Masih Stabil

Namun, perlu dicatat bahwa kursi pelatih Timnas Belanda saat ini belum kosong. Posisi itu masih dipegang oleh Ronald Koeman, legenda sepak bola Negeri Kincir Angin yang mulai menangani De Oranje sejak Februari 2023. Kontrak Koeman sendiri baru akan berakhir pada 31 Juli 2026, atau tepat setelah gelaran Piala Dunia nanti.

Ivar Jenner Putuskan Hengkang dari FC Utrecht, Prioritaskan Jam Terbang dan Peluang di Timnas

Selama dua tahun masa kepemimpinannya, Koeman telah membawa Belanda tampil cukup impresif. Dari 34 pertandingan yang sudah dijalani, timnya mencatat 19 kemenangan, enam hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Salah satu pencapaian gemilangnya adalah membawa Belanda menembus semifinal Piala Eropa 2024.

Di ajang kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, performa Belanda pun masih sangat solid. Hingga matchday keenam Grup G, Belanda bertengger di puncak klasemen dengan raihan 16 poin, unggul tiga angka dari Polandia di peringkat kedua. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Koeman masih mampu menjaga kestabilan tim, meski kritik dari sebagian penggemar tetap bermunculan.

Dengan catatan itu, wajar jika banyak pihak mempertanyakan: apakah masuk akal jika Koeman akan digantikan oleh Kluivert setelah Piala Dunia 2026 nanti?

Masa Depan Patrick Kluivert di Indonesia Masih Abu-abu

Sementara rumor di Belanda berkembang pesat, situasi Patrick Kluivert di Indonesia justru berada di titik krusial. PSSI dikabarkan akan segera menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk menentukan masa depannya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung paling cepat pekan depan.

Kluivert, yang baru menangani Garuda sejak awal 2024, menghadapi tekanan besar usai kegagalan membawa tim lolos ke babak utama Piala Dunia 2026. Meskipun ia berhasil meningkatkan gaya bermain dan mental tim, hasil akhir tetap menjadi ukuran utama. Banyak pengamat menilai, PSSI kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan proyek jangka panjang bersama Kluivert atau mencari sosok baru yang lebih “berpengalaman di Asia.”

Jika PSSI memutuskan untuk mempertahankan Kluivert, maka ada dua ajang besar yang menanti: Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027. Kedua turnamen ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Kluivert untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pelatih yang mampu membawa Indonesia bersaing di level regional dan kontinental.

Namun, jika PSSI memilih jalan berbeda dan memutus kontraknya lebih awal, konsekuensinya tidak kecil. PSSI harus membayar kompensasi sisa kontrak hingga awal 2027. Kontrak itu sendiri ditandatangani dengan durasi tiga tahun, tepatnya sampai setelah Piala Asia 2027 berakhir.

Reaksi dan Dukungan dari Keluarga

Menariknya, di tengah situasi sulit ini, keluarga Kluivert tetap memberikan dukungan penuh. Justin Kluivert bahkan sempat mengungkapkan bahwa ia siap menjadi tempat curhat sang ayah bila dibutuhkan. Dalam wawancaranya, ia menyebut ayahnya tetap profesional dan tidak menyesali keputusannya melatih Indonesia, meski hasil akhirnya belum memuaskan.

“Dia selalu bilang, dalam sepak bola, kamu bisa menang atau kalah, tapi yang penting kamu memberi segalanya,” ujar Justin. “Saya tahu betul ayah saya mencintai pekerjaan itu dan menghormati tim yang dia latih.”

Dukungan keluarga ini diyakini menjadi salah satu alasan Patrick Kluivert tetap tenang menghadapi segala rumor. Walau masa depannya di Indonesia belum pasti, peluang kembali ke Eropa — terutama ke Timnas Belanda — jelas menjadi prospek yang menarik.

Antara Dua Jalan Karier

Kini, Patrick Kluivert berada di persimpangan jalan karier. Di satu sisi, ia masih memiliki kontrak aktif dengan PSSI dan bisa melanjutkan proyek pengembangan sepak bola Indonesia yang sudah ia mulai. Di sisi lain, peluang melatih tim nasional negaranya sendiri adalah impian besar yang sulit ditolak oleh siapa pun.

Sebagai mantan pemain legendaris yang pernah memperkuat Ajax, Barcelona, dan Timnas Belanda, Kluivert tentu memiliki hubungan emosional yang kuat dengan De Oranje. Bila rumor ini benar, maka kisahnya akan menjadi seperti “pulang kampung” dengan tanggung jawab besar: membawa Belanda kembali berjaya di panggung dunia.

Sementara itu, publik Indonesia menanti keputusan PSSI dengan perasaan campur aduk. Sebagian masih percaya pada proyek jangka panjang Kluivert, sementara yang lain merasa sudah saatnya mencari pelatih baru yang lebih memahami karakter pemain Asia Tenggara.

Apapun keputusannya nanti, baik di Jakarta maupun di Amsterdam, nama Patrick Kluivert kini kembali menjadi sorotan utama dunia sepak bola. Dari kegagalan bersama Indonesia hingga kemungkinan besar menukangi Belanda, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa sepak bola memang tak pernah lepas dari drama, kejutan, dan peluang kedua.