Media Jepang Sebut Indonesia dan 7 Negara Lain Siap Tinggalkan AFC, Ada Apa di Balik Isunya?
- Timnas Indonesia
Seperti halnya Jepang, Indonesia juga beberapa kali merasakan ketidakadilan dalam ajang resmi AFC. Salah satu contohnya terjadi pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Garuda beberapa kali menghadapi situasi yang dinilai tidak ideal, mulai dari jadwal pertandingan yang terlalu padat, jam tanding yang terlalu malam, hingga keputusan wasit yang dianggap merugikan.
Selain itu, pemilihan lokasi pertandingan yang dinilai tidak netral turut menambah panjang daftar keluhan. Beberapa pihak menilai AFC kurang memperhatikan asas keadilan dan profesionalitas dalam mengambil keputusan penting yang berdampak langsung pada performa tim nasional.
Kondisi ini, menurut pengamat sepak bola Asia, bisa jadi memperkuat hubungan antara negara-negara yang sama-sama merasa dirugikan. Apalagi, Jepang dikenal memiliki pengaruh besar di kawasan Asia Timur dan sering menjadi penggerak utama dalam berbagai inisiatif olahraga internasional.
Potensi Lahirnya Federasi Baru
Jika wacana pembentukan Federasi Asia Timur benar-benar terealisasi, maka sepak bola Asia bisa menghadapi perpecahan besar. Federasi baru tersebut, jika diisi oleh delapan negara yang disebutkan — Jepang, Korea Selatan, China, Korea Utara, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Singapura — akan menjadi kekuatan yang luar biasa dari sisi ekonomi maupun kompetisi.
Delapan negara itu memiliki populasi besar, basis penggemar sepak bola yang kuat, dan pasar siaran yang menggiurkan. Selain itu, dari sisi prestasi, Jepang dan Korea Selatan rutin tampil di Piala Dunia, sementara China dan Vietnam sedang gencar memperbaiki sistem sepak bola domestik. Indonesia dan Thailand pun dikenal sebagai dua negara dengan dukungan suporter yang sangat fanatik.
Secara hipotetis, federasi baru ini bisa menjadi alternatif kuat bagi AFC. Turnamen regional seperti East Asia Championship atau East Pacific Cup bisa muncul sebagai ajang pengganti kompetisi AFC. Hal ini berpotensi menarik sponsor besar dan perhatian global, terutama jika kompetisi tersebut dijalankan dengan sistem yang lebih transparan dan profesional.
Namun, langkah keluar dari AFC tentu tidak mudah. Setiap negara yang ingin keluar harus melalui proses panjang, termasuk persetujuan dari federasi nasional dan koordinasi dengan FIFA. Jika tidak diatur dengan benar, keputusan ini bisa berdampak pada keikutsertaan negara tersebut di ajang internasional seperti Piala Dunia atau Piala Asia.