Media Jepang Sebut Indonesia dan 7 Negara Lain Siap Tinggalkan AFC, Ada Apa di Balik Isunya?
- Timnas Indonesia
Rumor mengejutkan datang dari dunia sepak bola Asia. Media Jepang, Japan Football News, melaporkan bahwa delapan negara, termasuk Indonesia, dikabarkan berpotensi hengkang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Isu ini mencuat setelah muncul kekecewaan besar terhadap sistem dan keputusan yang dinilai tidak adil di tubuh organisasi tertinggi sepak bola Asia tersebut.
Dalam laporan itu, Jepang disebut menjadi negara yang paling vokal terhadap berbagai kebijakan AFC. Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) bahkan disebut tengah mempertimbangkan langkah besar: keluar dari AFC dan membentuk organisasi baru bernama Federasi Sepak Bola Asia Timur.
Langkah ini tentu bukan kabar biasa. Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem sepak bola paling maju di Asia, baik dari segi pembinaan pemain muda, infrastruktur, maupun prestasi di tingkat internasional. Karena itu, jika Jepang benar-benar mengambil langkah keluar dari AFC, dampaknya akan besar bagi peta kekuatan sepak bola Asia.
Ketidakadilan Jadi Pemicu Utama
Menurut laporan Japan Football News, keputusan Jepang untuk mempertimbangkan hengkang tidak lepas dari rasa frustrasi terhadap dugaan manipulasi dan korupsi di tubuh AFC. Dalam pandangan mereka, keputusan-keputusan penting sering kali tidak berpihak pada prinsip keadilan dan profesionalisme.
Media itu menulis, “Ada rumor bahwa Jepang, yang frustrasi dengan uang dan korupsi Timur Tengah di AFC, mungkin akan hengkang dan membentuk federasi Asia Timur yang baru. Jepang, Korea Selatan, China, Korea Utara, dan mungkin Indonesia, Vietnam, Thailand, serta Singapura termasuk di antara negara-negara yang berpotensi bergabung.”
Pernyataan ini langsung memicu diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola. Sebab, jika benar delapan negara itu keluar, maka struktur kompetisi dan kekuatan sepak bola Asia akan berubah drastis. Delapan negara tersebut, secara peringkat dan prestasi, merupakan kekuatan utama di kawasan Asia Timur dan Tenggara.
Indonesia Masuk dalam Daftar
Nama Indonesia turut disebut dalam laporan tersebut. Meski belum ada pernyataan resmi dari PSSI, kehadiran Indonesia dalam daftar negara yang dikabarkan siap meninggalkan AFC menjadi sorotan besar.
Seperti halnya Jepang, Indonesia juga beberapa kali merasakan ketidakadilan dalam ajang resmi AFC. Salah satu contohnya terjadi pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Timnas Garuda beberapa kali menghadapi situasi yang dinilai tidak ideal, mulai dari jadwal pertandingan yang terlalu padat, jam tanding yang terlalu malam, hingga keputusan wasit yang dianggap merugikan.
Selain itu, pemilihan lokasi pertandingan yang dinilai tidak netral turut menambah panjang daftar keluhan. Beberapa pihak menilai AFC kurang memperhatikan asas keadilan dan profesionalitas dalam mengambil keputusan penting yang berdampak langsung pada performa tim nasional.
Kondisi ini, menurut pengamat sepak bola Asia, bisa jadi memperkuat hubungan antara negara-negara yang sama-sama merasa dirugikan. Apalagi, Jepang dikenal memiliki pengaruh besar di kawasan Asia Timur dan sering menjadi penggerak utama dalam berbagai inisiatif olahraga internasional.
Potensi Lahirnya Federasi Baru
Jika wacana pembentukan Federasi Asia Timur benar-benar terealisasi, maka sepak bola Asia bisa menghadapi perpecahan besar. Federasi baru tersebut, jika diisi oleh delapan negara yang disebutkan — Jepang, Korea Selatan, China, Korea Utara, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Singapura — akan menjadi kekuatan yang luar biasa dari sisi ekonomi maupun kompetisi.
Delapan negara itu memiliki populasi besar, basis penggemar sepak bola yang kuat, dan pasar siaran yang menggiurkan. Selain itu, dari sisi prestasi, Jepang dan Korea Selatan rutin tampil di Piala Dunia, sementara China dan Vietnam sedang gencar memperbaiki sistem sepak bola domestik. Indonesia dan Thailand pun dikenal sebagai dua negara dengan dukungan suporter yang sangat fanatik.
Secara hipotetis, federasi baru ini bisa menjadi alternatif kuat bagi AFC. Turnamen regional seperti East Asia Championship atau East Pacific Cup bisa muncul sebagai ajang pengganti kompetisi AFC. Hal ini berpotensi menarik sponsor besar dan perhatian global, terutama jika kompetisi tersebut dijalankan dengan sistem yang lebih transparan dan profesional.
Namun, langkah keluar dari AFC tentu tidak mudah. Setiap negara yang ingin keluar harus melalui proses panjang, termasuk persetujuan dari federasi nasional dan koordinasi dengan FIFA. Jika tidak diatur dengan benar, keputusan ini bisa berdampak pada keikutsertaan negara tersebut di ajang internasional seperti Piala Dunia atau Piala Asia.
Reaksi dan Spekulasi Publik
Sejauh ini, AFC belum memberikan tanggapan resmi atas laporan dari media Jepang tersebut. Namun, rumor ini sudah cukup untuk memicu perdebatan di media sosial dan kalangan pemerhati sepak bola. Banyak yang menilai, jika isu ini benar, maka itu menjadi bentuk perlawanan terhadap dominasi dan ketidakadilan yang selama ini dirasakan sejumlah negara di bawah naungan AFC.
Sementara itu, beberapa pengamat melihat langkah Jepang lebih sebagai bentuk tekanan politik terhadap AFC agar melakukan reformasi internal. Jepang mungkin tidak benar-benar berniat keluar, tetapi ingin menunjukkan ketidakpuasan terhadap sistem yang dianggap timpang.
Bagi Indonesia, isu ini bisa menjadi momen refleksi. Apapun langkah yang akan diambil, baik tetap di AFC maupun mempertimbangkan opsi lain, PSSI perlu memastikan bahwa kepentingan pengembangan sepak bola nasional tetap menjadi prioritas utama.
Kabar ini mungkin masih sebatas rumor, tetapi gaungnya sudah cukup besar untuk mengguncang dunia sepak bola Asia. Jika Jepang dan negara-negara besar lainnya benar-benar membentuk federasi baru, maka sejarah baru dalam peta sepak bola Asia akan tercipta — dan Indonesia bisa menjadi salah satu bagiannya.