Louis van Gaal ke Timnas Indonesia? 5 Bintang Dunia Ini Pernah Jadi Korban Konflik Sang Pelatih

Patrick Kluivert dan Louis van Gaal
Sumber :
  • FIFA

Van Gaal menilai performa Van Persie menurun dan tak segan “menghukum” dengan mencadangkannya. Tak lama kemudian, sang striker dijual ke Fenerbahçe.

Kapadze vs Casas: PSSI Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Sore Ini

Van Persie pernah mengaku kecewa karena diperlakukan dingin oleh pelatih yang dulu membawanya bersinar di level internasional.


Media Vietnam Sudah Cemas Hadapi Marselino dan Ivar Jenner Jelang SEA Games 2025

4. Rivaldo – Tak Mau Tunduk pada Strategi

Kisah serupa juga terjadi dengan Rivaldo di masa Van Gaal melatih Barcelona. Pemain terbaik dunia tahun 1999 itu menolak permintaan Van Gaal untuk bermain di posisi sayap kiri, karena merasa lebih efektif sebagai playmaker di tengah.

Curacao Lolos Piala Dunia 2026, Ironi Tim yang Pernah Ditaklukkan Timnas Indonesia

Van Gaal bersikeras dengan taktiknya, dan Rivaldo pun menolak mentah-mentah. Perselisihan itu membuat hubungan keduanya pecah dan sang bintang akhirnya meninggalkan klub.

Rivaldo bahkan pernah berkata, “Saya kehilangan kebahagiaan bermain bola karena dia.”


5. Luca Toni – Konflik Terbuka di Bayern Munich

Selain Ribéry, Luca Toni juga menjadi korban kebijakan keras Van Gaal di Bayern Munich. Striker asal Italia itu menilai sang pelatih tidak menghargai pemain senior dan sering mempermalukan pemain di depan publik.

Toni akhirnya dikeluarkan dari skuad utama setelah berselisih di ruang ganti. Ia kemudian hengkang ke AS Roma dengan perasaan kecewa, menyebut Van Gaal sebagai “pelatih yang tak punya empati”.


Van Gaal dan Risiko Bagi Timnas Indonesia

Kehadiran Louis van Gaal di Timnas Indonesia tentu akan menjadi sorotan besar dunia sepak bola Asia. Reputasinya sebagai pelatih berpengalaman bisa membawa Garuda ke level baru. Namun, pendekatannya yang keras bisa menjadi pedang bermata dua.

Para pemain muda Indonesia yang masih dalam tahap berkembang bisa saja kesulitan beradaptasi dengan gaya kepemimpinannya yang disiplin ekstrem dan tanpa kompromi.

Sementara itu, sosok seperti Erick Thohir dan manajemen PSSI harus mampu menyiapkan lingkungan yang kondusif jika benar Van Gaal bergabung. Harmoni tim menjadi faktor utama agar sistem yang ia bangun tidak berujung konflik internal seperti yang kerap terjadi di masa lalu.


Louis van Gaal memang pelatih dengan rekam jejak mengesankan, tapi juga dikenal dengan ego dan pendekatan otoriter. Ia bisa menciptakan tim solid, tapi juga bisa membuat ruang ganti panas jika tidak dikelola dengan baik.

Halaman Selanjutnya
img_title