Bukan Timur Kapadze! Ini Sosok Pelatih yang Diam-Diam Dijagokan Gantikan Patrick Kluivert
Nama Hussein Ammouta kini mencuat sebagai salah satu kandidat kuat pelatih baru Timnas Indonesia. Sosok asal Maroko itu disebut-sebut memiliki kriteria yang ideal untuk menangani skuad Garuda, menggantikan posisi yang tengah kosong pasca berakhirnya era Patrick Kluivert. Pengamat sepakbola nasional, Haris Pardede atau yang akrab disapa Bung Harpa, menjadi salah satu pihak yang mendorong nama Ammouta untuk dipertimbangkan serius oleh PSSI.
Dalam tayangan program Morning Zone di kanal YouTube resmi Okezone pada Senin (20/10/2025), Bung Harpa mengungkapkan alasan kuat mengapa Ammouta layak dilirik. Menurutnya, mantan pelatih Timnas Yordania itu memiliki pengalaman dan karakter yang pas untuk memimpin Timnas Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
Pengalaman dan Usia yang Ideal
Bung Harpa menilai, Ammouta adalah sosok yang berpengalaman dalam menangani tim-tim di kawasan Asia, sekaligus masih cukup muda untuk ukuran pelatih kelas dunia. “Satu nama yang mungkin belum banyak disadari orang adalah Hussein Ammouta. Dia punya atribut yang dibutuhkan untuk melatih Timnas Indonesia,” ujarnya.
Pelatih berusia 55 tahun itu dinilai masih mampu mengikuti ritme dan dinamika sepakbola modern. Selain itu, pengalamannya menukangi beberapa klub besar dan tim nasional di Timur Tengah memberi nilai tambah tersendiri. “Secara usia juga sangat ideal, tidak terlalu tua, sehingga bisa mengikuti perkembangan tren sepakbola masa kini,” tambah Bung Harpa.
Kedekatan dengan Direktur Teknik PSSI
Salah satu faktor yang membuat Ammouta semakin realistis untuk direkrut adalah kedekatannya dengan Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Kedua figur ini pernah bekerja sama di Yordania pada periode 2023–2024. Saat itu, Zwiers menjabat sebagai Direktur Teknik Federasi Sepakbola Yordania dan berperan penting dalam menunjuk Ammouta sebagai pelatih utama Timnas Yordania.
Koneksi profesional ini dianggap bisa menjadi jembatan penting bagi PSSI untuk mendekati Ammouta. Menurut Bung Harpa, hubungan baik antara keduanya dapat memperlancar proses negosiasi apabila PSSI serius menginginkan jasanya. “Ia berasal dari Maroko dan pernah bekerja sama dengan Direktur Teknik PSSI saat ini, Alexander Zwiers. Budget-nya juga tampaknya sesuai dengan kemampuan federasi,” ungkapnya.
Dengan kedekatan personal dan profesional seperti ini, peluang Ammouta untuk didatangkan tampak cukup terbuka. PSSI bisa memanfaatkan hubungan tersebut sebagai pintu masuk yang lebih efisien dalam proses perekrutan.
Catatan Prestasi yang Mengesankan
Selain faktor koneksi, Ammouta juga memiliki rekam jejak yang gemilang sebagai pelatih. Saat menangani Yordania dari Juni 2023 hingga Juni 2024, ia sukses membawa tim tersebut tampil mengejutkan di berbagai ajang. Salah satu pencapaiannya yang paling mencolok adalah ketika membawa Yordania menjadi juara Grup G di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, mengungguli tim kuat seperti Arab Saudi.
Tak hanya itu, Ammouta juga menorehkan sejarah dengan membawa Yordania lolos ke final Piala Asia 2023. Meskipun akhirnya kalah 1-3 dari Qatar di partai puncak, pencapaian tersebut tetap dianggap luar biasa, mengingat Yordania bukan tim unggulan di ajang bergengsi itu.
Sebelum sukses bersama Yordania, Ammouta juga dikenal lewat prestasinya di Afrika. Ia membawa Timnas Maroko menjuarai African Nations Championship (CHAN) 2020, sebuah turnamen bergengsi untuk pemain lokal Afrika. Selain itu, ia juga mengantarkan klub Wydad AC menjuarai Liga Champions Afrika 2017, serta menorehkan kesuksesan domestik dengan membawa Al Sadd (Qatar) dan Al Jazira (Uni Emirat Arab) meraih gelar liga di masing-masing negara.
Deretan prestasi tersebut menunjukkan bahwa Ammouta bukan pelatih sembarangan. Ia terbukti mampu beradaptasi dengan berbagai kultur sepakbola, baik di Afrika, Timur Tengah, maupun Asia. Keberhasilannya memimpin tim dengan sumber daya terbatas menjadi nilai plus tersendiri, mengingat kondisi serupa juga dihadapi Timnas Indonesia yang tengah berproses membangun generasi baru.
Kriteria yang Sesuai dengan Kebutuhan Timnas Indonesia
Menurut pengamatan Bung Harpa, Timnas Indonesia membutuhkan pelatih dengan karakter kuat, pemahaman taktik yang fleksibel, serta kemampuan mengelola pemain muda. Dalam hal ini, Ammouta dinilai memenuhi ketiga kriteria tersebut. Ia dikenal tegas, namun tetap dekat dengan pemain, serta gemar membangun tim dengan pendekatan kolektif.
Selain itu, pengalamannya bekerja di negara-negara dengan karakter pemain yang mirip—baik secara budaya maupun fisik—menjadi keunggulan tersendiri. Ammouta terbiasa menangani pemain dengan gaya bermain cepat dan agresif, yang cocok dengan profil pemain Indonesia.
“Dia tipe pelatih yang punya visi jelas, tak hanya fokus pada hasil, tapi juga pada pengembangan pemain. Gaya kepelatihannya bisa membawa keseimbangan antara taktik dan motivasi,” kata Bung Harpa.
Siapa Pelatih Timnas Indonesia Berikutnya?
Kini, publik sepakbola Tanah Air menanti langkah resmi PSSI dalam menentukan pelatih baru Timnas Indonesia. Sejumlah nama telah beredar, mulai dari Timur Kapadze hingga pelatih asal Eropa. Namun, nama Hussein Ammouta kini muncul sebagai kandidat potensial yang mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Dengan pengalaman internasional, koneksi dengan pejabat PSSI, dan portofolio prestasi yang mentereng, Ammouta dianggap mampu membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih kompetitif di Asia.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan federasi. PSSI tentu harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kesesuaian filosofi permainan, anggaran, hingga komitmen jangka panjang. Jika Ammouta akhirnya dipilih, publik berharap ia bisa menjadi sosok yang membawa perubahan nyata bagi sepakbola Indonesia.
Pada akhirnya, siapa pun pelatih yang ditunjuk nanti, tantangan terbesar tetap sama: membawa Timnas Indonesia tampil lebih solid, disiplin, dan konsisten menghadapi persaingan di kancah internasional. Namun jika melihat kiprahnya, Hussein Ammouta jelas bukan nama yang bisa dipandang sebelah mata. Ia memiliki semua modal penting untuk menuliskan babak baru dalam perjalanan sepakbola Merah Putih.