Media Vietnam Kaget, Malaysia Mau Tiru Program Naturalisasi Timnas Indonesia demi Efek Kejutan

Timnas Indonesia
Sumber :
  • AFC

“Indonesia bermain dengan percaya diri dan punya gaya main modern. Meski belum lolos ke Piala Dunia, mereka memperlihatkan potensi besar,” tulis The Thao 247 mengutip pernyataan Razman.

Pelatih U-17 Naik Pangkat! Nova Arianto Diproyeksikan untuk Timnas Indonesia Senior

Media Vietnam itu juga memuji cara PSSI menjaga kesinambungan tim lewat aturan wajib memainkan pemain U-23 di setiap klub Liga 1. Aturan tersebut disebut menjadi pondasi jangka panjang agar regenerasi pemain tidak terputus.

Langkah strategis itu terbukti, sebab Indonesia kini bukan hanya bersaing di level senior, tapi juga sukses di level U-23, termasuk dalam ajang Piala Asia 2027 dan kualifikasi Olimpiade.

Kapadze vs Casas: PSSI Umumkan Pelatih Baru Timnas Indonesia Sore Ini

Vietnam Nilai Malaysia Terlambat Berbenah

Media Vietnam Sudah Cemas Hadapi Marselino dan Ivar Jenner Jelang SEA Games 2025

Dalam laporan yang sama, The Thao 247 menyebut bahwa Malaysia kini tengah tertinggal dalam hal pembinaan dan pengelolaan pemain keturunan. Kondisi itu makin diperparah dengan kasus skandal naturalisasi ilegal tujuh pemain yang menyeret nama FAM di hadapan Komite Disiplin FIFA.

FIFA menilai ada pemalsuan dokumen asal-usul keluarga tujuh pemain naturalisasi Malaysia, yang membuat mereka terancam sanksi berat. Meski FAM telah mengajukan banding, keputusan akhir baru akan diumumkan pada 30 Oktober 2025.

Media Vietnam itu menulis, “Malaysia harus menghadapi kenyataan dan belajar dari semangat serta perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.”

Bagi The Thao 247, pengakuan dari Razman Roslan menjadi sinyal bahwa persepakbolaan Malaysia sadar akan ketertinggalan mereka.

“Walau ranking FIFA Malaysia masih di atas Indonesia, dalam hal visi dan pembinaan jangka panjang, Indonesia jauh lebih siap,” tulis media tersebut.


Dari Cemburu Jadi Motivasi Baru

Keberhasilan PSSI menjalankan program naturalisasi dianggap bukan hanya soal menambah pemain asing berdarah Indonesia, tapi juga soal sistem. Semua dilakukan dengan data resmi, verifikasi hukum, dan pendekatan jangka panjang terhadap talenta diaspora.

Langkah ini berbeda jauh dengan Malaysia yang dinilai tergesa-gesa dan kurang transparan dalam proses legalisasi pemain. Tak heran jika kini muncul rasa kagum bahkan sedikit kecemburuan di kalangan pemerhati sepak bola negeri jiran.

The Thao 247 menegaskan, “Indonesia telah membuat kemajuan pesat, baik dari segi keahlian, organisasi, maupun semangat nasionalisme para pemainnya.”

Halaman Selanjutnya
img_title