Jangan Asal Beli! Ini 8 Tips Memilih Ban Motor yang Bikin Aman Saat Jalan Licin!
- lifeworks
Saat musim hujan tiba, kondisi jalanan kerap berubah drastis. Permukaan aspal menjadi licin, genangan air bermunculan di berbagai titik, dan risiko tergelincir meningkat tajam. Dalam situasi seperti ini, memilih ban motor yang tepat bukan hanya soal kenyamanan, melainkan juga tentang keselamatan. Ban yang sesuai dengan kondisi jalan basah dapat membantu pengendara menjaga kestabilan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Kenali Kondisi Jalan yang Sering Dilewati
Langkah pertama dalam memilih ban motor yang tepat untuk musim hujan adalah memahami karakter jalan yang sering dilalui. Apakah rute harian Anda sering tergenang air? Apakah permukaan jalannya mulus atau justru banyak lubang dan retakan? Kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap daya cengkeram ban. Saat hujan, gesekan antara ban dan aspal berkurang, sehingga ban mudah kehilangan traksi. Untuk itu, pilihlah ban dengan kemampuan pembuangan air yang optimal, terutama jika Anda sering melewati area dengan drainase yang buruk. Ban dengan alur pembuangan air yang dalam dan lebar akan membantu air cepat keluar dari permukaan ban sehingga cengkeraman tetap stabil.
Perhatikan Ukuran dan Spesifikasi Ban
Ukuran ban juga berperan besar dalam menentukan performa motor di jalan basah. Jangan asal memilih ukuran yang “mirip” atau sekadar karena tampilan lebih besar dan gagah. Setiap motor memiliki rekomendasi ukuran ban tertentu yang biasanya tertera pada buku panduan atau di bagian bodi motor. Contohnya, kode ban seperti “150/70 R17” mengandung informasi tentang lebar, rasio tinggi, dan ukuran pelek. Jika ukuran ban tidak sesuai, keseimbangan motor bisa terganggu, terutama saat melewati jalan licin. Oleh karena itu, pastikan ukuran dan tekanan ban sesuai standar agar kinerja maksimal tetap terjaga.
Pilih Pola Tapak Ban yang Efektif di Kondisi Basah
Pola tapak ban atau tread pattern menjadi faktor penting lainnya. Saat jalan tergenang air, risiko aquaplaning—yakni kondisi di mana ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan akibat air yang terperangkap di bawahnya—dapat terjadi. Untuk mencegah hal itu, pilih ban dengan pola alur berbentuk V atau zig-zag. Pola seperti ini efektif membuang air ke samping dan menjaga traksi tetap baik. Hindari ban dengan tapak rata atau alur terlalu halus karena cenderung kurang efektif di jalanan basah. Selain itu, perhatikan kedalaman alur ban. Semakin dalam alurnya, semakin baik kemampuannya dalam mengalirkan air.