PB XIV Purbaya Bagi-Bagi Gelar, Lembaga Adat Belum Akui, Tedjowulan Bereaksi

PB XIV Purbaya Bagi-Bagi Gelar, Lembaga Adat Belum Akui, Tedjowulan Bereaksi
Sumber :
  • Humas Keraton Solo

Gadget – Kontroversi tak kunjung reda di balik penobatan Purbaya sebagai Paku Buwono (PB) XIV di Keraton Solo. Baru-baru ini, Purbaya yang dinobatkan melalui jumenengan pada Sabtu, 15 November 2025 mengumumkan pemberian kenaikan gelar kepada lima anggota keluarga kerajaan, termasuk tiga kakak perempuannya dan dua paman dari mendiang ayahnya, PB XIII.

"Kalau Nggak Kuat Jalan, Mati!" Ancaman Halus Adik PB XIII soal Dualisme Raja Solo

Namun, langkah ini langsung mendapat respons tegas dari Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan, salah satu tokoh sentral dalam struktur adat Keraton Surakarta. Melalui juru bicaranya, Kanjeng Pakoenegoro, Tedjowulan menegaskan bahwa masih dalam masa berkabung selama 40 hari, sehingga segala bentuk pengumuman atau perayaan termasuk pemberian gelar seharusnya ditunda.

“Sesuai arahan Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan untuk menahan diri selama masa berkabung 40 hari,” ujar Pakoenegoro, dikutip dari detikJateng, Senin (17/11/2025). 

Keraton Surakarta Memanas: Benowo Bantah Mandat Tedjowulan, Ungkap Penobatan Mendadak Hangabehi

Ia menambahkan, seluruh pihak diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan dinamika sosial yang rentan disalahartikan, demi menghormati Sawarga Sinuhun Paku Buwono XIII, raja sebelumnya yang belum lama ini wafat.

Siapa yang Mendapat Kenaikan Gelar dari PB XIV Purbaya?

Putra Mahkota Usia 22 Tahun Ini Calon Pengganti PB XIII—Siapa Lawannya?

Menurut pengumuman yang dirilis pada Senin, 17 November 2025 dua hari setelah jumenengan Purbaya menganugerahkan gelar baru kepada:

Tiga Kakak Perempuan:

  • GKR Rumbay Kusuma Dewayani → dinaikkan menjadi GKR Panembahan Timoer
  • GRAy Devi Lelyana Dewi → naik menjadi GKR Devi Lelyana Dewi
  • GRAy Dewi Ratih Widyasari → naik menjadi GKR Dewi Ratih Widyasari

Dua Adik Mendiang PB XIII:

  • KGPH Benowo → naik menjadi KGPA Panembahan Benowo
  • KGPH Adipati Dipokusumo → naik menjadi KGPA Panembahan Dipokusumo

Dalam keterangan pribadinya, GKR Panembahan Timoer menjelaskan makna simbolis di balik kenaikan gelar tersebut:

“Kalau saya itu karena sudah GKR, saya disepuhkan lagi jadi GKR Panembahan Timoer. Kemudian Gusti Devi dan Gusti Ratih yang awalnya GRAy (Gusti Raden Ayu) menjadi GKR.” 

Kenaikan dari GRAy ke GKR merupakan langkah signifikan dalam hierarki keraton, karena GKR adalah gelar tertinggi bagi perempuan bangsawan, biasanya diperuntukkan bagi putri raja atau permaisuri.

Penobatan PB XIV Purbaya: Sah secara Adat atau Tidak?

Halaman Selanjutnya
img_title