PB XIV Purbaya Bagi-Bagi Gelar, Lembaga Adat Belum Akui, Tedjowulan Bereaksi
- Humas Keraton Solo
Bagi pengamat budaya Jawa, langkah ini berisiko tinggi:
- Jika Purbaya berhasil mendapatkan pengakuan luas, ia bisa memperkuat posisinya.
- Tapi jika ditolak oleh mayoritas abdi dalem dan masyarakat adat, legitimasi spiritual dan politiknya bisa runtuh.
- Reaksi Publik dan Tantangan ke Depan
Di media sosial, respons warga Solo dan pemerhati budaya Jawa terbelah. Sebagian memuji Purbaya sebagai tokoh yang “berani memperbarui tradisi”, sementara yang lain menyesalkan pengabaian terhadap aturan adat yang sudah berabad-abad usianya.
Sementara itu, Lembaga Dewan Adat belum memberikan pernyataan resmi terbaru sejak penobatan 15 November. Namun, sumber internal menyebut bahwa rapat darurat sedang disiapkan untuk membahas status Purbaya dan implikasi pemberian gelar tersebut.
Yang jelas, persatuan Keraton Surakarta sedang diuji. Di tengah masa berkabung yang seharusnya penuh khidmat, muncul gesekan yang berpotensi mengganggu stabilitas budaya dan spiritual keraton warisan peradaban Mataram yang telah bertahan lebih dari 270 tahun.
Kesimpulan: Antara Otoritas, Adat, dan Waktu yang Tepat
Pemberian kenaikan gelar oleh PB XIV Purbaya mencerminkan ambisi untuk mengonsolidasi kekuasaan di tengah ketidakpastian legitimasi. Namun, tindakan ini justru memicu reaksi keras dari penjaga adat, yang menilai bahwa menghormati masa berkabung lebih penting daripada simbol kekuasaan.
Dalam filosofi Jawa, "ngelmu iku kalawan wektu" pengetahuan (dan kebijaksanaan) harus selaras dengan waktu yang tepat. Mungkin, jika Purbaya menunggu hingga 40 hari berlalu dan berdialog dengan LDA terlebih dahulu, langkahnya akan diterima sebagai bentuk kebijaksanaan bukan sebagai provokasi.
Kini, bola ada di tangan para tetua adat, keluarga kerajaan, dan masyarakat Solo: apakah mereka akan memilih rekonsiliasi atau membiarkan keretakan ini membesar?
Satu hal yang pasti: kelestarian Keraton Surakarta tidak hanya diukur dari gelar yang diberikan tapi dari kemampuannya menjaga harmoni dalam kesedihan dan kebijaksanaan dalam kekuasaan.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |