Jangan Biarkan Tagihan Listrik Jebol! Ini 3 Perangkat yang Harus Segera Dicabut

Jangan Biarkan Tagihan Listrik Jebol! Ini 3 Perangkat yang Harus Segera Dicabut
Sumber :
  • wadjakaryadunia

Gadget – Pernah membuka tagihan listrik bulanan dan merasa “Kok naik terus, padahal enggak beli alat baru?” Anda tidak sendiri. Banyak rumah tangga di Indonesia mengalami kenaikan tagihan listrik yang signifikan bukan karena penggunaan berlebihan, melainkan karena “musuh dalam selimut” yang tak terlihat: perangkat elektronik yang terus menyedot listrik meski dalam keadaan mati.

AC Sharp 1 PK Hemat Listrik hingga 80%, Pilihan Cerdas untuk Tagihan Bulanan Lebih Terkontrol

Fenomena ini dikenal sebagai phantom load atau “beban hantu” energi yang terbuang sia-sia akibat perangkat tetap terhubung ke stopkontak, bahkan saat tidak digunakan. Menurut Kementerian ESDM, hingga 10% konsumsi listrik rumah tangga berasal dari perangkat dalam mode standby. Artinya, Anda bisa menghemat ratusan ribu rupiah per bulan hanya dengan mencabut beberapa kabel.

Artikel ini mengungkap tiga perangkat utama penyedot listrik diam-diam, cara kerjanya, dan langkah sederhana untuk memutus aliran energi yang tidak perlu tanpa mengorbankan kenyamanan.

3 Kulkas Samsung Paling Irit Daya dan Kapasitas Besar untuk Rumah Tangga

Apa Itu Beban Hantu? Dan Mengapa Ini Merugikan Anda

Beban hantu terjadi ketika perangkat elektronik terus menarik daya listrik meski dalam keadaan “mati”. Ini bukan kesalahan perangkat, melainkan desain: banyak perangkat modern dirancang untuk siaga instan siap menyala dalam sekejap saat dibutuhkan.

Anti Ribet & Hemat Listrik! Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Terbaik Tahun Ini

Namun, kenyamanan ini berbiaya. Lampu indikator kecil, sirkuit Wi-Fi, sensor jarak jauh, atau sistem pengisian baterai cadangan tetap aktif 24 jam sehari.

Contoh:

  • 3 watt/hari × 30 hari = 90 watt per bulan dari satu TV
  • Kalikan dengan 5 perangkat → lebih dari 400 watt/bulan yang terbuang

Jika dikalikan dengan tarif listrik rata-rata Rp1.600/kWh, kerugian bisa mencapai Rp60.000–Rp150.000 per bulan hampir Rp2 juta per tahun!

1. Televisi Pintar: “Matikan” dari Remote Bukan Berarti Mati Total

Banyak orang beranggapan bahwa menekan tombol “power” di remote TV berarti mematikan perangkat sepenuhnya. Ini mitos berbahaya.

TV pintar modern memang hemat saat menyala (biasanya <100 watt), tapi tidak pernah benar-benar mati. Mode standby memungkinkan TV:

  • Merespons perintah suara
  • Mendownload pembaruan otomatis
  • Menyala instan saat remote ditekan
  • Menurut data TCL dan Samsung, TV dalam keadaan “mati” masih mengonsumsi 0,5–3 watt terus-menerus.

Lampu kecil di bagian depan adalah bukti nyata: meteran listrik Anda terus berputar.

Solusi:

  • Cabut kabel daya sepenuhnya saat tidak digunakan lebih dari 8 jam.
  • Atau gunakan power strip dengan saklar tekan mati setelah menonton.

Fakta: Jika Anda menonton TV rata-rata 4 jam/hari, TV “mati” sebenarnya nyala 20 jam sehari dalam mode standby!

2. Router Internet: Nadi Digital yang Tak Pernah Tidur

Router Wi-Fi adalah jantung rumah digital modern. Tapi kenyamanan konektivitas 24/7 ini datang dengan biaya tersembunyi.

Rata-rata router konsumsi 5–20 watt per jam, tergantung merek dan generasi (Wi-Fi 5 vs Wi-Fi 6). Jika dibiarkan menyala terus:

  • 10 watt × 24 jam × 30 hari = 7.200 watt/bulan
  • Setara 7,2 kWh → Rp11.500–Rp15.000 per bulan hanya untuk satu router!

Dan ini belum termasuk modem, extender, atau smart speaker yang juga terus aktif.

Solusi:

  • Matikan router saat tidur (jika tidak ada CCTV atau perangkat yang perlu koneksi malam hari).
  • Gunakan timer otomatis yang mematikan router pada jam 23.00–06.00.
  • Jika libur panjang, cabut total hemat hingga Rp100.000+ dalam seminggu.

Catatan: Jika Anda menggunakan CCTV berbasis cloud atau smart lock, pastikan perangkat tersebut tetap terhubung. Tapi pertimbangkan untuk memindahkan CCTV ke sirkuit terpisah.

3. Pengisi Daya Gawai: Kecil, Tapi Jumlahnya Banyak!

Charger ponsel, laptop, tablet, earbud semua perangkat ini jadi “tersangka” utama. Banyak yang beranggapan:

“Ah, cuma charger kosong, enggak nyedot listrik.”

Salah besar.

Bahkan saat tidak mengisi apa-apa, kepala charger tetap menarik arus kecil (0,1–0,5 watt). Dan jika gawai tetap tercolok setelah penuh, sistem akan terus melakukan trickle charging menjaga baterai 100% dengan arus mikro.

Bayangkan:

  • 5 charger aktif di rumah × rata-rata 0,3 watt = 1,5 watt terus-menerus
  • Belum termasuk power bank, smartwatch, atau speaker Bluetooth

Solusi:

  • Cabut charger segera setelah gawai penuh.
  • Gunakan stopkontak cerdas yang mati otomatis setelah pengisian selesai.
  • Hindari charger KW selain boros, risiko korsleting dan kebakaran jauh lebih tinggi.

Fakta mengejutkan: Menurut PLN, 15% kebakaran rumah tangga disebabkan oleh perangkat pengisi daya yang terus dialiri listrik dalam kondisi rusak atau murah.

Apa yang Boleh Dibiarkan Menancap?

Tidak semua perangkat perlu dicabut. Ada dua kategori yang relatif aman dari beban hantu:

1. Power Strip dengan Saklar (Tanpa Lampu Indikator)
Jika saklarnya dimatikan, aliran listrik benar-benar terputus. Namun, hati-hati dengan power strip yang memiliki lampu menyala lampu itu sendiri mengonsumsi daya!

2. Peralatan Analog Tanpa Sirkuit Digital
Contohnya: pemanggang roti (toaster) model lama, setrika listrik, atau kipas angin manual. Perangkat ini hanya menarik listrik saat tombol ditekan, karena tidak memiliki chip atau memori digital yang butuh daya standby.

Strategi Tambahan: Hemat Listrik Tanpa Ribet

  • Gunakan smart plug: Atur jadwal mati/nyala via aplikasi.
  • Pasang wattmeter: Alat kecil ini menunjukkan berapa watt yang dikonsumsi per perangkat (harga mulai Rp50 ribu).
  • Audit energi rumah: Cek satu per satu stopkontak jika ada perangkat yang tidak digunakan dalam 24 jam, cabut!

Menurut studi dari Institute for Essential Services Reform (IESR), keluarga Indonesia bisa menghemat 15–30% tagihan listrik hanya dengan mengelola beban hantu.

Kesimpulan: Hemat Listrik Dimulai dari Soket

Menghemat listrik bukan soal mematikan lampu terus-menerus atau hidup dalam gelap. Ini soal kesadaran akan energi tersembunyi yang terbuang sia-sia.

Dengan mencabut tiga perangkat utama TV pintar, router, dan charger Anda tidak hanya mengurangi tagihan, tapi juga:

  • Mengurangi risiko kebakaran
  • Memperpanjang usia perangkat
  • Berkontribusi pada pelestarian energi nasional

Jadi, sebelum tidur malam ini, luangkan 30 detik:

Cabut, matikan, atau tekan saklar.
Dompet Anda dan planet ini akan berterima kasih.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget