5 Tempat Makan Legendaris di Jakarta untuk Mengisi Hari Terakhir Libur Tahun Baru

Kopi Es Tak Kie menjadi tempat yang hampir wajib disinggahi
Sumber :
  • IG

Hari terakhir libur Tahun Baru sering kali menjadi momen penutup yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Banyak orang memilih menghabiskan waktu dengan bersantai di rumah, namun tidak sedikit pula yang ingin menutup masa liburan dengan wisata kuliner. Jakarta, sebagai kota yang kaya sejarah, menyimpan deretan tempat makan legendaris yang tetap bertahan di tengah gempuran tren kuliner modern. Menariknya, tempat-tempat ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita panjang yang melekat di setiap sajian.

Nostalgia Team 7 hingga Boruto Part 2, Inilah Agenda Naruto 2026

Salah satu destinasi kuliner yang tak pernah sepi adalah Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, tempat makan ini telah menjadi ikon bakmi Jakarta yang melegenda. Hingga kini, cita rasa bakmi yang disajikan masih konsisten, sehingga membuat pelanggan lama terus kembali, sementara pengunjung baru penasaran untuk mencicipi. Menu bakmi ayam jamur menjadi favorit banyak orang karena tekstur mie yang kenyal berpadu dengan topping gurih. Selain itu, pilihan i fu mie hingga pangsit dan dimsum pelengkap membuat pengalaman makan semakin lengkap. Berlokasi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Bakmi Gang Kelinci cocok dikunjungi saat siang atau sore hari, terutama bagi mereka yang ingin menikmati suasana klasik ibu kota.

Sementara itu, bagi pencinta kopi, Kopi Es Tak Kie menjadi tempat yang hampir wajib disinggahi. Kedai kopi ini telah berdiri sejak 1927 dan dikenal sebagai salah satu kedai kopi tertua di Jakarta. Meski zaman terus berubah, Kopi Es Tak Kie tetap mempertahankan konsep sederhana dengan cita rasa kopi tempo dulu. Menu andalannya, es kopi susu, memiliki rasa khas dari racikan biji kopi Robusta dan Arabika tradisional. Rasanya ringan, manis, dan menyegarkan, sehingga cocok dinikmati saat pagi hingga menjelang siang. Selain itu, suasana kedai yang jadul justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin bernostalgia.

Mobil Listrik Rp200 Jutaan 2026, Ini 3 Pilihan EV dengan Performa Maksimal

Tak lengkap rasanya membahas kuliner legendaris Jakarta tanpa menyebut Es Krim Ragusa Italia. Berdiri sejak 1932, tempat ini menjadi saksi perjalanan panjang dunia kuliner ibu kota. Hingga kini, Ragusa tetap mempertahankan resep es krim klasik tanpa bahan pengawet, sehingga rasa yang dihasilkan terasa autentik. Menu seperti spaghetti ice cream dan banana split menjadi favorit lintas generasi. Karena itu, Ragusa sering dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari. Es krim ini kerap menjadi pilihan pencuci mulut setelah menikmati makanan berat di sekitar kawasan Gambir.

Beranjak ke kuliner khas Betawi, Gado-Gado Cemara menjadi salah satu destinasi yang patut dikunjungi. Berdiri sejak 1947, tempat ini dikenal luas karena bumbu kacangnya yang khas dan kaya rasa. Gado-gado yang disajikan memadukan sayuran segar dengan saus kacang kental yang gurih dan sedikit manis. Selain gado-gado, tersedia pula menu lain seperti asinan dan lontong cap go meh yang tak kalah menggugah selera. Dengan cita rasa yang konsisten selama puluhan tahun, Gado-Gado Cemara menjadi pilihan tepat bagi pencinta makanan tradisional Jakarta.

8 Rekomendasi Glamping Dekat Jakarta yang Nyaman dan Harga Bersahabat

Selanjutnya, bagi yang ingin menikmati menu berat dengan cita rasa kuat, Soto Betawi Haji Ma’ruf layak masuk dalam daftar. Usaha kuliner ini telah eksis sejak era 1940-an dan dikenal dengan soto Betawi berkuah santan yang gurih. Potongan daging yang empuk berpadu dengan kuah santan yang kaya rempah membuat hidangan ini cocok dinikmati saat sore atau malam hari. Soto Betawi Haji Ma’ruf sering menjadi pilihan untuk mengisi tenaga sebelum kembali ke rutinitas setelah libur panjang.

Agar kunjungan kuliner semakin nyaman, ada beberapa tips yang bisa diperhatikan. Bakmi Gang Kelinci paling ideal dikunjungi pada siang hingga sore hari untuk menghindari antrean panjang. Kopi Es Tak Kie lebih pas dinikmati pada pagi atau waktu brunch. Sementara itu, Es Krim Ragusa biasanya paling ramai saat sore hingga malam. Untuk Gado-Gado Cemara dan Soto Betawi Haji Ma’ruf, waktu kunjungan relatif fleksibel karena keduanya ramai sepanjang hari. Selain itu, menggunakan transportasi online dapat menjadi solusi praktis agar lebih mudah berpindah lokasi, terutama di hari terakhir libur yang biasanya diwarnai kepadatan lalu lintas.

Dengan mengunjungi tempat-tempat makan legendaris ini, hari terakhir libur Tahun Baru tidak hanya diisi dengan santapan lezat, tetapi juga pengalaman menikmati sejarah kuliner Jakarta yang tetap hidup hingga kini.