Jalanan Kembali Padat, Simak Tips Aman Berkendara Setelah Tahun Baru
- ilustrasi
Berakhirnya libur panjang Tahun Baru menandai kembalinya rutinitas masyarakat ke aktivitas normal. Jalanan yang sempat lengang kini kembali dipadati kendaraan, terutama pada hari pertama masuk kerja. Kondisi ini kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat, karena harus kembali beradaptasi dengan ritme lalu lintas yang padat.
Setelah beberapa hari menikmati waktu liburan bersama keluarga atau kerabat, tidak sedikit orang yang merasa tubuhnya belum sepenuhnya siap menghadapi rutinitas. Akibatnya, perjalanan menuju tempat kerja bisa terasa lebih melelahkan dan berisiko jika tidak dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu, kewaspadaan dan persiapan menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Lonjakan volume kendaraan usai libur panjang juga sering kali memicu stres di jalan. Jika tidak disikapi dengan bijak, kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi kecelakaan. Untuk itu, pengendara perlu menerapkan kebiasaan berkendara yang lebih disiplin dan penuh kesadaran. Berikut lima tips berkendara aman yang bisa diterapkan setelah libur panjang Tahun Baru agar perjalanan kembali lancar dan bebas dari risiko.
Pertama, kembalikan pola tidur ke jadwal normal. Selama masa liburan, jam tidur sering kali berubah karena aktivitas santai, begadang, atau perjalanan jauh. Namun, ketika rutinitas kerja kembali dimulai, pola tidur yang berantakan dapat berdampak buruk pada konsentrasi. Tidur yang cukup membantu tubuh lebih segar dan pikiran lebih fokus saat berkendara. Dengan kondisi fisik yang prima, pengendara dapat bereaksi lebih cepat terhadap situasi di jalan.
Selain itu, kualitas tidur juga berpengaruh terhadap emosi. Kurang tidur bisa membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi, terutama saat menghadapi kemacetan. Oleh sebab itu, usahakan tidur lebih awal setidaknya satu atau dua hari sebelum masuk kerja agar tubuh tidak kaget dan siap kembali beraktivitas.
Kedua, berangkat lebih awal dari biasanya. Hari pertama kerja usai libur panjang hampir selalu diwarnai peningkatan volume kendaraan. Jika berangkat di jam yang sama seperti hari biasa, risiko terjebak macet akan lebih besar. Dengan berangkat lebih awal, pengendara memiliki waktu tempuh yang lebih longgar dan tidak perlu terburu-buru. Langkah ini juga efektif mengurangi stres karena tidak dikejar waktu.
Berangkat lebih pagi memberikan ruang bagi pengendara untuk berkendara dengan lebih santai. Jika terjadi kemacetan atau hambatan di jalan, masih ada waktu untuk mencari jalur alternatif tanpa harus melanggar aturan lalu lintas.
Ketiga, periksa kondisi kendaraan sebelum digunakan. Kendaraan yang jarang dipakai selama liburan membutuhkan pengecekan ulang. Pastikan rem berfungsi dengan baik, tekanan ban sesuai standar, lampu menyala normal, oli mesin cukup, dan bahan bakar tersedia. Pemeriksaan sederhana ini sering kali diabaikan, padahal sangat penting untuk keselamatan.
Kendaraan yang dalam kondisi prima akan meminimalkan risiko mogok atau gangguan teknis di tengah jalan. Selain itu, pengecekan rutin juga membantu memperpanjang usia kendaraan dan menjaga performanya tetap optimal.
Keempat, patuhi aturan lalu lintas. Meski sudah terbiasa dengan rute harian, pengendara tetap harus mematuhi rambu dan marka jalan. Godaan untuk melanggar aturan demi mengejar waktu sering muncul saat jalanan padat. Namun, tindakan tersebut justru berpotensi membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Disiplin berlalu lintas bukan hanya soal menghindari tilang, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama. Dengan mematuhi aturan, arus lalu lintas dapat berjalan lebih tertib dan risiko kecelakaan dapat ditekan.
Kelima, jaga konsentrasi dan kendalikan emosi. Rasa malas atau belum siap kembali bekerja kerap memengaruhi fokus saat berkendara. Ditambah lagi, kemacetan bisa memicu emosi negatif. Oleh karena itu, penting untuk tetap tenang dan menjaga konsentrasi penuh selama di jalan.
Hindari penggunaan ponsel saat berkendara dan fokus pada kondisi sekitar. Jika merasa lelah atau emosi mulai tidak terkendali, sebaiknya menepi sejenak untuk menenangkan diri. Sikap berkendara yang tenang dan sabar akan membuat perjalanan terasa lebih aman dan nyaman.
Dengan persiapan yang matang dan sikap berkendara yang bijak, perjalanan di hari pertama kerja usai libur panjang tidak harus menjadi beban. Justru, momen ini bisa menjadi awal yang baik untuk kembali menjalani rutinitas dengan lebih disiplin dan penuh kesadaran. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama, dan semua itu dimulai dari diri sendiri.